Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penertiban program Makan Bergizi Gratis (MBG). Teddy mengatakan Prabowo meminta agar program MBG dievaluasi total, termasuk laporan soal praktik dapur umum MBG yang tak sesuai aturan.
Hal ini disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas khusus membahas langkah penertiban dan penguatan pelaksanaan program MBG, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Istana Negara Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Advertisement
"Terkait Program MBG, Presiden Prabowo meminta dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program, termasuk merespons berbagai laporan yang masuk terkait praktik penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai ketentuan," jelas Teddy dikutip dari keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Terkait Koperasi Desa, Prabowo meminta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan tim untuk fokus pada peningkatan pelayanan koperasi. Prabowo ingin KDMP dapat menjadi penggerak ekonomi desa/kelurahan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, kata Teddy, Prabowo menekankan pentingnya percepatan penataan Kampung Nelayan Merah Putih agar semakin produktif, tertata, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Teddy menyebut Prabowo menyampaikan pesan tegas kepada para menteri dan kepala badan agar setiap program prioritas negara harus dijalankan secara disiplin, tepat sasaran, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan.
"Tidak boleh ada pelaksanaan yang melenceng dari tujuan maupun pihak-pihak yang memanfaatkan program untuk kepentingan di luar amanat pemerintah," ujar Teddy.
Zulhas Ungkap Langkah Pembenahan MBG
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan langkah-langkah perbaikan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah berjalan. Pemerintah, kata dia, menargetkan masalah-masalah dan hambatan dalam pelaksanaan program MBG diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan.
"Mengenai MBG, akan menyelesaikan persoalan-persoalan yang selama ini menjadi hambatan atau penyalahgunaan. Kami minta waktu satu bulan, ya, satu bulan lagi, satu bulan untuk menyelesaikan merapikan," kata Zulhas usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurut dia, pemerintah saat ini tengah melakukan kajian mendalam terhadap berbagai permasalahan dalam pelaksanaan program prioritas Presiden tersebut sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikannya. Zulhas menuturkan langkah strategis itu akan dilaporkan kepada Prabowo untuk diputuskan lebih lanjut.
"Setelah itu langkah-langkah berikutnya kami akan laporkan Bapak Presiden untuk nanti diputuskan, diberi arahan seperti apa keputusan akhirnya. Tetapi kami akan mengkaji lebih mendalam satu bulan dari hari ini," ungkapnya.
Zulhas mengungkapkan bahwa pemerintah telah memetakan sejumlah kendala dalam pelaksanaan program MBG. Mulai dari, penyalahgunaan program, penetapan titik penerima manfaat, hingga ketersediaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pelaksanaan penyaluran MBG di sejumlah daerah.
"Banyak ya, yang penyalahgunaan, kemudian titik-titik yang sudah layak menerima, kemudian sudah begitu banyak titik yang sudah ditentukan tetapi belum ada SPPG-nya," tutur Zulhas.