Gus Ipul Sebut Setiap Siswa Sekolah Rakyat Berharga

Gus Ipul optimis masing-masing murid memiliki keunikan dan talenta yang berbeda.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 15 Juli 2026, 22:40 WIB
Gus Ipul membuka MPLS Sekolah Rakyat di Sragen. (Humas Kemensos)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan, setiap siswa Sekolah Rakyat merupakan anak-anak yang berharga. Mereka memiliki bakat dan keunikan masing-masing.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, bagi siswa-siswi baru di Sekolah Rakyat permanen Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

"Setiap siswa Sekolah Rakyat berharga karena memiliki keunikannya sendiri, setiap siswa memiliki jeniusnya sendiri, dan setiap siswa memiliki talent-nya sendiri sebagai bagian daripada pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Gus Ipul, dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Oleh karena itu, Gus Ipul berpesan kepada seluruh kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan (tendik) di Sekolah Rakyat untuk bekerja dengan empati dan penuh kasih sayang. Mereka juga harus membimbing serta mendidik para murid sesuai bakat masing-masing.

"Para kepala sekolah dampingi dengan baik, para guru dan wali asrama, wali asuh didik mereka sesuai dengan kapasitas mereka, dengan kemampuan mereka. Dampingi dengan empati, dengan kasih sayang karena sesungguhnya siswa Sekolah Rakyat adalah siswa-siswa istimewa titipan Tuhan Yang Maha Kuasa," pesan Gus Ipul.

"Siswa Sekolah Rakyat adalah titipan dari negara. Untuk itu, kerjakan dengan baik, dampingi dengan baik," sambungnya.

 

Lulusan Sekolah Rakyat

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan, bagi lulusan Sekolah Rakyat jenjang SD dan SMP dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya di sekolah yang sama. Namun, bagi murid berprestasi, nantinya akan diarahkan untuk bersekolah di Sekolah Garuda.

Sementara itu, bagi lulusan Sekolah Rakyat jenjang SMA terdapat dua kesempatan yang diberikan. Pertama, melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. Kedua, mengikuti pelatihan untuk menjadi pekerja terampil.

"Lebih-lebih kalau ingin jadi pekerja terampil di luar negeri. Disiapkan, diperkuat bahasanya. Jadi nanti lulusannya seperti ini, tidak boleh lulus SMA berhenti. Mau kuliah atau mau menjadi pekerja terampil," jelasnya.

Dukungan juga disampaikan oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas. Ia mengatakan bahwa pihaknya bakal menyiapkan fasilitas, khususnya bagi lulusan Sekolah Rakyat tingkat SMA untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan. Sehingga kelak mereka bisa bekerja di lingkungan pemerintahan.

"Kami di Pemerintah Kabupaten Sragen sudah mendiskusikan bahwa anak-anak dari keluarga yang tidak mampu nanti akan kami (sediakan) kursus khusus untuk bisa masuk ke sekolah-sekolah ikatan kedinasan," ungkap Sigit.

Dia optimistis dengan kerja keras dan penuh empati dari semua pihak sekolah rakyat akan melahirkan pemimpin-pemimpin di masa mendatang.

"Saya yakin juga suatu saat kelak akan ada menteri yang lahir dari (lulusan) Sekolah Rakyat," tuturnya.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya