Bos BEI Ungkap Efek Kejut Rating S&P ke IHSG

Reaksi positif pasar menunjukkan bahwa investor memberikan perhatian besar terhadap penilaian lembaga pemeringkat global terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 15 Juli 2026, 17:36 WIB
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik. Foto: Tira Santia/Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEIJeffrey Hendrik mengungkap respons cepat pasar saham setelah lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.

Dia mengatakan, keputusan S&P memberikan sentimen positif bagi pasar modal domestik. Bahkan, IHSG yang sebelumnya bergerak di zona merah langsung berbalik arah setelah pengumuman tersebut dirilis.

Dalam acara investment forum 2026, Jeffrey menyebut pengumuman S&P keluar sekitar 15 menit sebelum perdagangan saham ditutup pada Senin (13/7/2026). Saat itu, IHSG masih berada dalam tekanan sebelum akhirnya mengalami rebound hingga menutup perdagangan dengan penguatan hampir 2%.

"Ya baik kalau kita melihat pada saat announcement dari S&P itu dikeluarkan itu 15 menit sebelum pasar tutup di hari Senin. Pada saat itu pasar bergerak di zona merah. Begitu announcement itu keluar pasar langsung rebound tutup hampir plus 2%," kata Jeffrey dalam Invevstment Forum 2026, di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurut Jeffrey, reaksi positif pasar menunjukkan bahwa investor memberikan perhatian besar terhadap penilaian lembaga pemeringkat global terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Ia menilai keputusan S&P mempertahankan rating Indonesia menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi nasional maupun pasar modal masih dinilai kuat.

"Fundamental kita baik dan kuat. Baik fundamental ekonomi maupun fundamental pasar kita. Nah kemudian tentu ini memberikan hal yang positif bagi investor dalam hal mengurangi uncertainty," ujarnya.

 

Risiko Investasi Mulai Lebih Terukur bagi Investor

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik. Foto: Tira Santia/Liputan6.com

Jeffrey mengatakan kondisi pasar sebelumnya menghadapi berbagai tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian. Hal tersebut membuat investor harus memperhitungkan risiko tambahan dalam mengambil keputusan investasi.

Namun, dengan adanya konfirmasi positif dari S&P, sebagian risiko tersebut mulai dapat dikelola dengan lebih baik. Menurut Jeffrey, kondisi tersebut menjadi perkembangan positif bagi pasar saham karena investor dapat lebih fokus melihat fundamental perusahaan dan kondisi ekonomi dibandingkan hanya merespons sentimen negatif.

"Uncertainty di pasar kita belakangan banyak sekali. Ya dari eksternal, dari internal banyak sekali. Nah satu-satu sudah mulai berkurang uncertainty itu. Artinya investor tentu akan bisa mengukur risiko investasinya yang tadinya unsystematic risknya itu sangat tinggi. Sekarang itu bisa ter-manajemen dengan baik sehingga mereka hanya menghadapi systematic risk dalam berinvestasi di pasar modal," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya