Australia Hadirkan Sudut Baca di Masjid Istiqlal

Indonesia dan Australia menjalin hubungan erat dalam bidang pendidikan lewat sudut baca di Masjid Istiqlal Jakarta.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 15 Juli 2026, 22:30 WIB
Australian Reading Corner di Perpustakaan Masjid Istiqlal Rabu (15/7). (Dok: Nasywa Fakhirah)

Liputan6.com, Jakarta - Australian Reading Corner yang terdapat di sebelah kiri Perpustakaan Istiqlal dipersembahkan sebagai hadiah HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Sudut baca tersebut diresmikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Kedubes Australia untuk Indonesia, Rod Brazier pada tanggal 8 Juli 2025. 

Saat kunjungan ke Masjid dan Katedral pada Rabu (15/7/2026), Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan, Matt Thistlethwaite juga mengunjungi sudut baca di Perpustakaan Masjid.

Selain untuk melihat bukti langsung bagaimana toleransi beragama di Indonesia terjalin, kunjungan para pejabat tinggi juga untuk menyinggahi acara di Australian Reading Corner yang ikut dihadiri oleh para siswa Sekolah Dasar dari MI Istiqlal.

“Sudut baca ini adalah untuk generasi muda Indonesia yang akan membangun hubungan yang lebih erat lagi antara Australia dan Indonesia. Ini tentang mempromosikan rasa hormat, persahabatan antara warga RI dan Australia, pemahaman warisan budaya Australia, dan juga bagaimana warga kami menjalani hidup,” ucap Thistlethwaite.

Dalam acaranya, Australia mempersembahkan sebuah buku berjudul The Story of Australia, For the Young (and The Curious) yang ditulis oleh Don Watson sebagai koleksi tambahan untuk perpustakaan tersebut.

Pemberian Buku Kepada Masjid Istiqlal oleh Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Rabu (15/7) (Dok: Nasywa Fakhirah)

Negeri Kangguru itu bangga untuk memberikan sudut baca di Istiqlal untuk memberikan pengetahuan tentang sejarah, warisan budaya, juga cerita dari Australia. Thistlethwaite menyebutkan bahwa sejarah sangat penting untuk membangun persahabatan antar kedua negara.

“Tentunya, tidak semua anak bisa mengunjungi Australia. Namun, dengan adanya buku-buku di sini, guru-guru yang mengajarkan tentang hewan asli Australia, tempat bersejarah, dan geografi negara kami sangat penting untuk persahabatan kita,” tuturnya.

Direktur the Voice of Istiqlal, Mulyono Lodji, juga berkata bahwa mereka menggunakan sudut baca itu untuk hal-hal bermanfaat dan memberikan banyak ilmu kepada para siswa. Salah satu kegiatannya adalah mendatangkan staff Australia dan berinteraksi dengan mereka.

Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Bersama Siswa Sekolah Dasar Rabu (15/7) (Dok: Nasywa Fakhirah)

Selain itu, program BRIDGE yang didanai oleh Pemerintah Australia menjadi kemitraan bilateral yang hangat antara RI dan Australia. BRIDGE membangun hubungan antar sekolah, memberikan program pengembangan profesional guru yang komprehensif baik daring maupun dalam negeri, serta menghubungkan siswa melalui kegiatan pembelajaran global yang menarik.

Melalui program ini, siswa dapat berkembang dan terpapar oleh sistem pembelajaran global untuk memberikan pengalaman yang lebih luar biasa.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya