Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik dan Jembatan Iran Pekan Depan

Presiden AS Donald Trump mengancam akan memperluas serangan militer terhadap Iran pekan depan dengan menyasar pembangkit listrik dan jembatan.

oleh Septian DenyDiterbitkan 15 Juli 2026, 14:04 WIB
Presiden AS, Donald Trump. (Anna Moneymaker/Getty Images melalui AFP)

Liputan6.com, Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memperluas serangan militer terhadap Iran pekan depan dengan menyasar pembangkit listrik dan jembatan apabila Teheran tetap menolak kembali ke meja perundingan. Ancaman tersebut muncul di tengah memanasnya sengketa terkait Selat Hormuz yang kembali memicu eskalasi konflik kedua negara.

Dikutip dari The Guardian, Rabu (15/7/2026), dalam wawancara dengan Fox News, Selasa, Trump menegaskan bahwa serangan AS akan semakin besar jika Iran tidak bersedia bernegosiasi.

"Pekan depan situasinya akan menjadi sangat buruk bagi mereka karena kami akan menyerang pembangkit listrik. Pekan depan kami juga akan menyerang jembatan-jembatan mereka," kata Trump.

Ia menambahkan, Amerika Serikat siap melumpuhkan infrastruktur penting Iran apabila tidak ada kemajuan dalam perundingan.

"Kami akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik mereka. Kami akan menghancurkan seluruh jembatan mereka kecuali mereka mau datang ke meja perundingan dan bernegosiasi," ujarnya.

Ini bukan kali pertama Trump melontarkan ancaman serupa. Pada Maret lalu, ia juga pernah menyatakan akan "menghancurkan" pembangkit listrik dan fasilitas air bersih Iran apabila Teheran tidak segera menerima persyaratan perdamaian yang diajukan Washington.

Namun, berdasarkan hukum humaniter internasional, penghancuran infrastruktur sipil seperti pembangkit listrik maupun fasilitas air bersih berpotensi melanggar hukum perang dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

 

 

AS Lanjutkan Serangan

Pemerintah Iran mengecam keras insiden ini sebagai serangan terhadap infrastruktur sipil dan memperingatkan bahwa kerusakan tersebut akan mengganggu lalu lintas di salah satu rute komuter tersibuk di negara itu selama berbulan-bulan. (AP Photo/Vahid Salemi)

Pernyataan Trump disampaikan ketika militer AS memasuki hari keempat serangan berturut-turut terhadap Iran. Pada saat yang sama, Washington kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di kawasan Selat Hormuz.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan serangan terbaru ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam melancarkan serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi distribusi minyak dan gas dunia.

Media pemerintah Iran melaporkan sejumlah ledakan terjadi di sekitar kota pelabuhan Bandar Abbas, Pulau Qeshm di dekat Selat Hormuz, serta beberapa lokasi lainnya.

Kantor berita resmi IRNA kemudian melaporkan bahwa militer Iran melancarkan serangan pesawat nirawak (drone) ke sebuah pangkalan militer di Yordania yang menjadi lokasi penempatan pesawat tempur Amerika Serikat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya