Tanggapan OpenAI soal Tuduhan Curi Rahasia Dagang Apple

OpenAI akhirnya merilis pernyataan resmi soal gugatan hukum Apple yang menuduh mereka melakukan pencurian rahasia dagang.

oleh IskandarDiterbitkan 15 Juli 2026, 08:01 WIB
Ilustrasi OpenAI. (Photo by Levart_Photographer on Unsplash)    

Liputan6.com, Jakarta - Ketegangan antara dua raksasa teknologi, Apple dan OpenAI, kian memanas. OpenAI akhirnya merilis pernyataan resmi terbaru untuk merespons gugatan hukum dari Apple yang menuduh mereka melakukan pencurian rahasia dagang.

Perusahaan perintis kecerdasan buatan (AI) tersebut menegaskan bahwa tuduhan yang dilayangkan Apple sama sekali tidak memiliki bukti kuat.

"Meskipun kami menanggapi tuduhan ini secara serius, kami tidak melihat adanya bukti bahwa keluhan ini memiliki dasar yang kuat," tulis OpenAI dalam pernyataan resminya, seperti dilaporkan Bloomberg, dikutip Rabu (15/7/2026).

Lebih lanjut, OpenAI menyatakan sangat menjunjung tinggi kompetisi yang sehat. "Kami percaya pada persaingan yang adil dan memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk bekerja di mana pun mereka mau."

"Fokus kami saat ini adalah membangun teknologi inovatif yang mampu memberdayakan masyarakat di mana saja," pihak OpenAI menambahkan.

 

Duduk Perkara Gugatan Apple

Perseteruan ini bermula ketika Apple mendaftarkan gugatan hukum terhadap OpenAI beserta sejumlah mantan karyawannya.

Apple menuduh mantan pegawainya itu membocorkan dan membawa lari informasi rahasia terkait perangkat keras (hardware) milik Apple saat mereka pindah ke OpenAI.

Langkah tersebut diduga kuat untuk memuluskan ambisi OpenAI dalam mengembangkan perangkat konsumen (consumer device) berbasis AI mereka sendiri.

Sebelum pernyataan resmi ini dirilis, Direktur Komunikasi Strategis OpenAI, Drew Pusateri, juga sempat memberikan pembelaan awal melalui media sosial X.

Pusateri menegaskan bahwa OpenAI "sama sekali tidak tertarik pada rahasia dagang perusahaan lain."

 

OpenAI Dinilai Hindari Substansi Gugatan

Meski secara tegas membantah, sejumlah pengamat menilai pernyataan OpenAI cenderung menghindari substansi hukum yang dipersoalkan oleh Apple.

Dalam gugatannya, Apple tidak mempermasalahkan hak mantan karyawannya untuk pindah kerja ke perusahaan kompetitor—hal yang memang dilindungi secara hukum di bawah undang-undang negara bagian California.

Poin utama yang digugat Apple adalah tindakan membawa dokumen berpemilik (proprietary files), cetak biru perangkat keras, serta material konfidensial lainnya saat mereka keluar dari Apple.

Hingga saat ini, OpenAI belum membeberkan kronologi versi mereka secara mendetail ataupun menjelaskan langkah internal yang telah mereka ambil untuk menyelidiki kasus ini.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya