Dider Deschamps Akui Spanyol Lebih Baik, Tetap Soroti Wasit

Deschamps mengakui Prancis tampil di bawah standar saat kalah 0-2 dari Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026, dan menyoroti keputusan wasit.

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 15 Juli 2026, 09:10 WIB
Didier Deschamps. (AFP/Franck Fife)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Prancis gagal melangkah ke final Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-2 dari Spanyol. Didier Deschamps mengakui timnya berada di bawah standar dan kehilangan ketajaman teknik yang biasanya menjadi kekuatan Les Bleus.

Laga semifinal berlangsung di Arlington, Texas, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Usai pertandingan, komentar Deschamps disampaikan kepada media, seperti dikutip dari ESPN.

Selain menilai performa timnya, Deschamps juga menyinggung keputusan-keputusan wasit yang memimpin pertandingan.


Spanyol Unggul Sejak Awal

Pelatih Prancis Didier Deschamps (kanan) dan pelatih Spanyol Luis de la Fuente berpelukan menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

Spanyol membuka skor di babak pertama melalui penalti Mikel Oyarzabal di menit ke-22. Keunggulan digandakan pada menit ke-58 lewat sontekan Pedro Porro setelah menerima umpan Dani Olmo.

Saat Porro mencetak gol kedua, Spanyol sudah melepaskan delapan tembakan sedangkan Prancis baru dua percobaan. Dominasi duel juga berpihak kepada La Furia Roja yang memenangi 60 persen perebutan bola sepanjang laga.

Prancis akhirnya membukukan 10 tembakan, namun hanya tiga yang mengarah ke gawang. Dari seluruh upaya tersebut, hanya satu peluang tercipta dari jarak 13 meter atau lebih dekat ke gawang lawan.


Ketajaman Les Bleus Menghilang

Produktivitas lini depan yang biasanya menjadi andalan tak tampak. Dalam enam pertandingan sebelumnya di Piala Dunia 2026, trio Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise mengoleksi total 13 gol dan 10 assist.

Namun melawan Spanyol, tiga penyerang itu hanya sanggup menghasilkan lima percobaan tembakan dengan nilai expected goals (xG) 0,15.

"Untuk memiliki peluang menang, kami harus tampil dalam performa terbaik. Sayangnya, kami tidak melakukannya. Hari ini mereka bertahan dengan sangat baik. Mereka memberi kami ruang yang sangat sedikit," ujar Deschamps, seperti dikutip dari ESPN.

"Ditambah lagi, kami melakukan banyak kesalahan teknik sehingga sangat sulit menciptakan ancaman bagi mereka. Level teknik kami berada di bawah apa yang sudah kami tunjukkan pada pertandingan-pertandingan sebelumnya. Kami tidak menemukan solusi. Saya tidak ingin mengatakan bahwa kualitas menyerang dan teknik kami tiba-tiba hilang begitu saja, karena itu biasanya menjadi salah satu kekuatan kami."

"Namun, kami juga harus mengakui kualitas lawan. Saya tidak akan menghapus semua pencapaian yang telah kami raih hanya karena hasil ini. Tetapi saya ulangi lagi, menghadapi tim seperti Spanyol di semifinal Piala Dunia, Anda harus tampil 100 persen. Malam ini kami tidak berada di level tersebut," imbuh dia.


Keputusan Penalti Dan Wasit Iván Barton

Partai ini dipimpin wasit Ivan Arcides Barton Cisnero. Gol pembuka Spanyol lahir dari titik putih setelah Lamine Yamal dijatuhkan Lucas Digne di kotak penalti. Momen terjadi ketika Digne berusaha menyapu bola, namun kakinya lebih dulu mengenai Yamal.

"Kalau saya berbicara terlalu banyak, orang akan menganggap saya hanya mencari alasan karena kami kalah," ujar Deschamps.

"Tetapi saya ingin bertanya, apakah wasit benar-benar layak memimpin pertandingan semifinal? Bukan hanya soal penalti itu, tetapi juga beberapa keputusan lainnya. Saya tidak punya masalah pribadi dengan wasit malam ini, tetapi silakan Anda menilai sendiri."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya