Update Jadwal Pendaftaran Magang Nasional Angkatan II bagi Mitra dan Peserta

Kemnaker mengumumkan jadwal pendaftaran terbaru magang nasional angkatan II untuk mitra penyelenggara dan peserta.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 14 Juli 2026, 21:15 WIB
Direktur Jenderal Bina Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Darmawansyah (Foto: Kemnaker)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mematangkan pelaksanaan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Batch I Tahun 2026. Menjelang dimulainya tahapan seleksi, Kemnaker mengingatkan mitra penyelenggara dan calon peserta untuk memperhatikan jadwal pendaftaran sesuai lini masa yang telah ditetapkan.

Direktur Jenderal Bina Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Darmawansyah menuturkan, mitra penyelenggara yang terdiri atas perusahaan serta kementerian/lembaga (K/L) masih memiliki kesempatan menyelesaikan proses registrasi hingga 15 Juli 2026 pukul 23.59 WIB.

"Kami mengimbau mitra penyelenggara, baik perusahaan maupun kementerian/lembaga yang ingin bergabung dalam Program MagangHub, agar segera menuntaskan proses registrasi. Batas akhir registrasi ditetapkan pada 15 Juli 2026 agar proses verifikasi dan validasi dapat diselesaikan sesuai jadwal," kata Darmawansyah di Jakarta, dikutip dari keterangan resmi Selasa (14/7/2026).

Setelah proses registrasi dan verifikasi mitra penyelenggara selesai, Kemnaker akan membuka pendaftaran bagi calon peserta pada 16 Juli 2026 pukul 13.00 WIB. Mulai waktu tersebut, masyarakat yang telah memenuhi persyaratan dapat memilih mitra penyelenggara dan posisi magang yang telah lolos proses verifikasi.

"Bagi calon peserta yang telah melakukan pengecekan eligibilitas atau kesesuaian persyaratan, pendaftaran resmi dapat dilakukan mulai 16 Juli 2026. Peserta dapat memili h mitra penyelenggara dan posisi magang yang telah terverifikasi sesuai minat dan kualifikasi," ujar Darmawansyah.

Sebelum mendaftar, calon peserta diimbau memastikan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi, termasuk ketentuan mengenai usia dan latar belakang pendidikan agar sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan.

Darmawansyah berharap Program MagangHub Angkatan II Tahun 2026 menjadi sarana bagi lulusan dan pencari kerja untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan instansi pemerintah.

 

Faktor Penting Program Pemagangan

Direktur Jenderal Bina Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Darmawansyah (Foto: Kemnaker)

Dia menuturkan, keterlibatan perusahaan maupun kementerian/lembaga, menjadi faktor penting dalam menghadirkan program pemagangan yang berkualitas karena peserta akan memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lingkungan kerja.

"Kami mengajak perusahaan dan kementerian/lembaga, memanfaatkan sisa waktu pendaftaran ini dengan sebaik-baiknya. Bagi para talenta muda Indonesia, persiapkan diri untuk mengikuti pendaftaran yang dibuka mulai 16 Juli 2026 dan manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi," kata Darmawansyah.

Informasi mengenai persyaratan, tahapan pendaftaran, jadwal pelaksanaan, serta daftar mitra penyelenggara dan posisi magang dapat diakses melalui platform resmi MagangHub Kemnaker di https://maganghub.kemnaker.go.id.

Wamenaker Sebut 64% Peserta Magang Nasional Langsung Direkrut Kerja

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor memberikan Kuliah Umum pada acara Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Indonesia. (Dok Kemnaker)

Sebelumnya, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengungkapkan bahwa mayoritas peserta program Magang Nasional berhasil mendapatkan tawaran kerja langsung dari perusahaan tempat mereka bernaung. Sektor keuangan (finance) menjadi bidang yang paling banyak menyerap tenaga kerja baru sesaat setelah masa magang berakhir.

Berdasarkan data yang dikantongi Kemenaker, terdapat sekitar 30 persen perusahaan yang langsung menyodorkan kontrak kerja kepada peserta Magang Nasional begitu masa magang selesai. Proses transisi dari status pemagang menjadi karyawan efektif pun terbilang singkat, yakni hanya memakan waktu satu pekan.

"Dari data survei, anak-anak magang yang kita siapkan itu rata-rata 30 persen di antaranya langsung diterima bekerja di perusahaan tempat mereka magang. Rata-rata dalam waktu satu minggu setelah selesai, mereka sudah menandatangani kontrak baru dengan perusahaan tersebut," ungkap Afriansyah dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (6/7/2026).

Sementara itu, sebanyak 34 persen peserta magang belum ditawari kerja secara resmi meski sudah ada indikasi kelanjutan kerja, dan 36 persen sisanya mengaku tidak mendapatkan tawaran kerja. Jika diakumulasikan, mayoritas peserta magang (64 persen) secara keseluruhan mendapatkan prospek tawaran dan langsung bekerja pascamagang.

"Jadi, total ada 64 persen peserta yang pada akhirnya melanjutkan kerja di tempat perusahaan mereka magang sebelumnya," tambahnya.

Program Magang Nasional 2025 diikuti oleh 102.600 orang peserta. Angka tersebut merupakan hasil penyaringan ketat dari total 370.500 pendaftar. Adapun jumlah mitra korporasi yang terlibat tercatat sebanyak 11.772 perusahaan.

 

Sektor Keuangan Paling Banyak

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor melakukan kunjungan kerja ke PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) di Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (23/6/2026). (Dok Kemnaker)

Afriansyah memaparkan, sejumlah sektor pekerjaan yang paling agresif memberikan penawaran kerja kepada para peserta magang. Posisi di sektor keuangan atau finance menjadi mayoritas yang paling banyak dicari oleh perusahaan.

"Sektor yang mendominasi antara lain finance, wholesale trade, manufaktur, kesehatan (health), hingga akomodasi. Namun yang paling besar serapannya adalah finance di bidang keuangan," ujarnya.

Mengacu pada data presentasi, 23 persen dari responden atau sekitar 3 ribu orang di bidang finance langsung ditawari kontrak kerja. Posisi kedua ditempati oleh sektor wholesale trade sebesar 17,9 persen.

Disusul berturut-turut oleh sektor manufaktur (16,5 persen), kesehatan (10,3 persen), akomodasi (5,2 persen), ICT (4,8 persen), administrasi dan layanan pendukung (4,6 persen), profesional (3,3 persen), serta edukasi dan transportasi masing-masing sebesar 2,9 persen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya