Liputan6.com, Jakarta - Gelandang Timnas Prancis, Adrien Rabiot, menegaskan Les Bleus tidak gentar menghadapi Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026. Menurutnya, Prancis datang ke laga tersebut dengan persiapan terbaik setelah melewati perjalanan yang tidak mudah sepanjang turnamen.
Timnas Prancis akan melakoni sebuah panas dan krusial di Dallas Stadium, dini hari nanti. Les Bleus akan berhadapan dengan salah satu unggulan juara, Timnas Spanyol untuk memperebutkan tiket ke babak final Piala Dunia 2026.
Advertisement
Spanyol sendiri jadi mimpi buruk bagi Timnas Prancis. Pasalnya Les Bleus dua kali disingkirkan La Furia Roja, yaitu pada semifinal UEFA Nations League 2025 dan UEFA Euro 2024 silam.
Alhasil banyak yang berasumsi bahwa Prancis masih mengalami trauma dan kena mental jelang menghadapi Semifinal Piala Dunia 2026 ini. Namun Rabiot menegaskan bahwa timnya sama sekali sudah melupakan dua kekalahan beruntun tersebut.
Simak komentar lengkap sang gelandang di bawah ini.
Berikan yang Terbaik di Lapangan
Rabiot yakin timnya telah melakukan segala hal yang diperlukan untuk menghadapi sang juara Eropa. Kini, ia menilai hasil akhir akan ditentukan oleh performa di atas lapangan.
"Kami tidak takut kepada siapa pun. Melihat perjalanan yang telah kami lalui, saya rasa kami datang ke semifinal ini dengan kondisi terbaik. Sulit rasanya bisa mempersiapkan diri lebih baik daripada ini," ujar Rabiot.
"Sekarang semuanya akan ditentukan di lapangan, tetapi kami sudah melakukan segala yang kami bisa untuk siap menghadapi pertandingan ini."
Kebersamaan Jadi Kekuatan Prancis
Rabiot juga mengungkapkan salah satu rahasia keberhasilan Prancis melaju hingga semifinal adalah eratnya hubungan antarpemain di dalam skuad.
Menurut gelandang berusia 31 tahun itu, chemistry yang terbangun di luar lapangan memberikan dampak besar terhadap performa tim saat bertanding.
"Anda bisa merasakan betapa solidnya kebersamaan di dalam tim ini. Sulit menjelaskan mengapa chemistry seperti itu bisa terbentuk, tetapi kami benar-benar akrab satu sama lain di luar lapangan. Saya pikir itulah salah satu alasan utama kesuksesan kami."
Ingin Beri Akhir Indah untuk Deschamps
Selain faktor kebersamaan, Rabiot mengakui skuad Prancis juga mendapat motivasi tambahan karena Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Les Bleus.
Ia menyebut para pemain ingin memberikan perpisahan terbaik bagi sosok yang telah menangani tim nasional selama bertahun-tahun.
"Pelatih juga telah melalui beberapa momen yang sulit, dan itu justru membuat kami semakin dekat. Kami tahu ini akan menjadi turnamen terakhirnya bersama tim nasional Prancis, dan hal itu memberi kami motivasi ekstra," pungkas Rabiot.
Sumber: France News 24