Liputan6.com, Jakarta - Anak dari penulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Sayuti Melik, Heru Baskoro (84), dibawa ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi Timur pada Senin, 13 Juli 2026 oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Tidak sendiri, Heru dipindahkan bersama istrinya, Treyzia Noviani (65). Keduanya dipindahkan akibat mengalami keterbatasan kesehatan dan ekonomi. Sebelumnya, Heru dan Treyzia tinggal di sebuah kontrakan kecil di daerah Jalan Cipendawa Baru, Bojong Menteng, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi.
Advertisement
"Alhamdulillah teman-teman dari Kemensos juga kemarin juga hari Sabtu datang. Dan sekarang juga dari apa nih, Kemensos juga hadir (lagi), hari ini mau dibawa, dibawa ke tempat yang lebih layak gitu," kata Lurah Bojong Menteng, Kodriana saat ditemui di lokasi, Senin, 13 Juli 2026.
"Betul, ke STPL Bekasi Timur," jawab Kodriana saat ditanya lokasi kepindahan Heru.
Dalam kesempatan ini, Kodriana mengaku baru mengetahui kondisi Heru dan istri pada tanggal 11 Juli 2026. Ia pun langsung berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Rawalumbu dan pengurus lingkungan setempat, yaitu RT dan RW.
Menurutnya, kehidupan anak sosok pahlawan yang berjasa bagi bangsa tersebut sangatlah miris dan memprihatinkan. Kondisi ini menjadi alasan Kodriana dan pengurus lingkungan setempat langsung bergerak membantu.
Kodriana mengaku, pihak kelurahan dan pengurus lingkungan memberikan sejumlah barang kepada Heru dan istrinya, mulai dari kasur, karpet hingga kipas angin.
"Yang pertama itu tadi ya kebutuhan mereka kan tidurnya dialaskan apa namanya, Karpet," ujar Kodriana.
"Dan memang di bawah itu dia cuma karpet doang gitu makanya kami biar inisiatif langsung dengan Pak RW membelikan kasur untuk mereka," sambungnya.
Minta Pemerintah Sigap
Kodriana mengklaim sempat ingin memberikan bantuan berupa bahan sembako. Namun, karena di kontrakan Heru tidak ada kompor untuk memasak, pihak keluarahan akhirnya membawakan barang-barang jadi yang sekiranya dibutuhkan.
Kemudian, Kodriana juga memastikan identitas Heru sebagai anak Sayuti Melik. Identitas tersebut divalidasi melalui foto yang diperlihatkan kepada pihak kelurahan atau pengurus lingkungan setempat.
"Kalau lihat dari foto-fotonya sih iya. Kalau lihat dari foto-foto gitu kan saya lihat juga tuh ada foto-foto beliau orang tua beliau juga," jelas Kodriana.
Sementara itu, anak angkat dari Heru Baskoro dan istri, Shifa mengaku senang bahwa keduanya bisa mendapat perhatian dari pemerintah.
Menurutnya, pemerintah harus betul-betul mendengar aspirasi yang disampaikan Heru dan istri. Bagaimanapun, ungkapnya, Heru adalah bagian dari keluarga yang berjasa bagi kemerdekaan Indonesia.
"Saya minta banget nih ke pemerintah untuk aspirasi dari beliau sendiri untuk didengar estetik kepahlawanannya terutama itu, karena bagaimanapun tidak ada orang tua beliau kita tidak ada apa kemerdekaan tentang proklamasi itu," kata dia.