Liputan6.com, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengumumkan penurunan signifikan pada harga perak yang mereka jual pada Selasa, 14 Juli 2026. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya harga emas antam di hari yang sama. Harga perak Antam tercatat ambrol secara signifikan, mencerminkan pergerakan pasar logam mulia secara keseluruhan.
Sebagai salah satu produsen logam mulia terkemuka di Indonesia, Antam menawarkan perak dalam berbagai bentuk, termasuk batangan dan butiran murni, yang dapat menjadi alternatif investasi atau bahan baku industri. Logam perak sendiri memiliki karakteristik unik yang membuatnya berharga, baik dari sisi kimia maupun aplikasinya dalam berbagai sektor.
Advertisement
Penurunan harga ini tentu menjadi perhatian bagi para investor dan pelaku industri yang bergantung pada stabilitas harga logam mulia. Fluktuasi harga perak seringkali berkorelasi dengan pergerakan harga emas, yang juga mengalami koreksi pada periode ini.
Penurunan Harga dan Produk Perak Antam
Pada 14 Juli 2026, harga perak Antam turun Rp 1.250 per gram, mencapai Rp 38.900 per gram dari harga sebelumnya yang sebesar Rp 40.150 per gram. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan harga emas Antam yang juga turun Rp 20.000, menjadi Rp 2.615.000.
Antam menyediakan beberapa produk perak batangan dengan akurasi tinggi sebagai alternatif investasi. Perak Batangan 250 gram dijual seharga Rp 10.125.000. Sementara itu, Perak Batangan 500 gram dipatok seharga Rp 19.450.000 untuk harga dasarnya, dengan harga termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11% menjadi Rp 21.589.500.
Selain batangan, Antam juga menawarkan Perak Butiran Murni dengan kemurnian 99,95% sebagai salah satu produk unggulannya. Perak butiran ini berfungsi sebagai bahan baku esensial untuk kerajinan dan industri perhiasan. Penting untuk dicatat bahwa harga-harga yang disebutkan belum termasuk PPN.
Karakteristik Unik Logam Perak
Perak merupakan unsur logam dengan nomor atom 47 dan simbol kimia Ag, yang berasal dari bahasa Latin "argentum". Logam transisi ini dikenal dengan warnanya yang putih keperakan, sifatnya yang lunak, serta kilauannya yang khas. Perak memiliki massa jenis 10,49 g/cm³ dan titik lebur pada 961,93 °C.
Salah satu sifat paling menonjol dari perak adalah konduktivitasnya. Perak adalah konduktor panas dan listrik terbaik di antara semua logam. Meski demikian, tembaga dan emas lebih sering dimanfaatkan dalam aplikasi kelistrikan. Hal ini karena tembaga memiliki harga yang lebih terjangkau, sedangkan emas menawarkan ketahanan korosi yang jauh lebih tinggi dibandingkan perak.
Penggunaan perak sangat beragam, meliputi stop kontak, konduktor listrik, cermin khusus, pelapis jendela, dan katalisis reaksi kimia. Senyawa perak juga digunakan dalam film fotografi dan sinar-X. Selain itu, larutan perak nitrat encer dan senyawa perak lainnya berfungsi sebagai disinfektan dan mikrobisida, sering ditambahkan pada perban, kateter, serta peralatan medis lainnya. Perak juga menjadi bahan baku penting dalam teknologi modern, termasuk panel surya, elektronik, otomotif, dan peralatan medis.
Profil PT Aneka Tambang Tbk (Antam)
PT Aneka Tambang Tbk, atau yang lebih dikenal dengan Antam, adalah sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pertambangan di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1968. Sejak tahun 2017, kepemilikan Antam dialihkan ke PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, yang merupakan perusahaan holding milik pemerintah.
Antam dikenal memproduksi berbagai komoditas pertambangan. Produk-produk utamanya meliputi bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit, dan batubara. Dari semua komoditas tersebut, emas menjadi produk yang paling populer di kalangan masyarakat.