SMGR Likuidasi SBI Bangun Nusantara, Kondisi Keuangan dan Hukum Dipastikan Aman

SMGR umumkan pembubaran dan likuidasi salah satu bagian anak usaha yaitu PT SBI Bangun Nusantara. Manajemen pastikan langkah ini tidak berdampak pada kinerja.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 14 Juli 2026, 11:10 WIB
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)

Liputan6.com, Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mengumumkan pembubaran yang diikuti proses likuidasi terhadap PT SBI Bangun Nusantara (SBN), yang merupakan perusahaan tidak langsung melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/7/2026), Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Vita Mahreyni menjelaskan, kepemilikan saham SMGR di PT Solusi Bangun Indonesia Tbk tercatat sebesar 83,52%.

Pembubaran SBN diputuskan oleh para pemegang saham perusahaan tersebut melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 13 Juli 2026.

Adapun pemegang saham SBN, yakni PT Aroma Sejahtera Indonesia dan PT Aroma Cipta Anugrahtama, menyetujui pembubaran perusahaan yang langsung diikuti dengan proses likuidasi, efektif sejak tanggal keputusan RUPSLB.

Selain menyetujui pembubaran, para pemegang saham juga menunjuk Dudi Pramedi sebagai likuidator yang akan menjalankan seluruh tindakan yang diperlukan dalam proses pembubaran dan likuidasi SBN.

Likuidator tersebut akan menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam anggaran dasar perusahaan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

SMGR Pastikan Tak Ada Dampak Material

Vita menegaskan bahwa aksi korporasi berupa pembubaran dan likuidasi SBN tidak memberikan dampak material terhadap perseroan.Perseroan menyatakan tidak terdapat pengaruh terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Dengan demikian, proses likuidasi anak usaha tidak langsung tersebut hanya merupakan langkah pada tingkat entitas terkait dan tidak memengaruhi aktivitas bisnis utama maupun kinerja operasional Grup Semen Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya