Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan posisinya sebagai salah satu penyumbang pajak terbesar di industri keuangan Indonesia. Sepanjang kuartal I 2026, perseroan menyetorkan pajak sebesar Rp 8,1 triliun kepada negara sebagai bagian dari kontribusi terhadap penerimaan negara dan pembangunan nasional.
Momentum tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Pajak Nasional yang jatuh pada 14 Juli. Di bawah supervisi Danantara Indonesia, BRI menyatakan komitmennya untuk terus menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan melalui kepatuhan perpajakan sekaligus menjaga kinerja bisnis yang sehat di tengah tantangan ekonomi global.
Advertisement
Tak hanya melalui pembayaran pajak, BRI juga berkontribusi melalui pembagian dividen. Secara konsolidasian, total setoran BRI kepada negara pada tiga bulan pertama 2026 mencapai Rp 19,1 triliun, terdiri dari Rp 8,1 triliun pajak dan Rp 11 triliun dividen tahun berjalan.
“Kami percaya bahwa kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bagian dari kontribusi langsung bagi kemajuan bangsa," kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi, dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).
Mendukung Penerimaan Negara
Hery menyampaikan, setoran pajak merupakan bagian dari kontribusi nyata BRI dalam mendukung penerimaan negara dan pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan arahan Badan Pengaturan BUMN dan Danantara Indonesia dalam mendorong penciptaan nilai tambah atau value creation yang berkelanjutan bagi negara.
Adapun kontribusi tersebut mencerminkan konsistensi BRI dalam mendukung penerimaan negara. Dalam tiga tahun terakhir, setoran perseroan selalu berada di atas Rp 50 triliun. Pada 2023, total kontribusi mencapai Rp 50,5 triliun yang terdiri atas pajak Rp 27,3 triliun dan dividen Rp 23,2 triliun.
Kemudian pada 2024, kontribusi meningkat menjadi Rp 57,6 triliun, terdiri dari pajak Rp 31,9 triliun dan dividen Rp 25,7 triliun. Sementara pada 2025, BRI kembali menyetor Rp 55,8 triliun kepada negara yang berasal dari pajak sebesar Rp 28,1 triliun dan dividen Rp 27,7 triliun.
Komponen pajak yang dibayarkan BRI meliputi Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Meterai, Pajak Penghasilan Badan, hingga berbagai jenis pajak daerah yang menjadi kewajiban perusahaan.
Kinerja BRI Kuartal I-2026
Hingga Kuartal I-2026, BRI Group berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 15,5 triliun, tumbuh positif di tengah tekanan global yang masih berlangsung. Total aset BRI Group tumbuh 7,2% YoY mencapai Rp 2.250 triliun, sementara kredit dan pembiayaan tumbuh 13,7% menjadi Rp 1.562 triliun.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun sebesar Rp 1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari jumlah tersebut, CASA (konsolidasian) kian mendominasi hingga mencapai Rp 1.058,6 triliun atau setara dengan 68,07% dari total DPK, meningkat dibandingkan Kuartal I-2025 sebesar 65,77%.
“Momentum Hari Pajak ini menjadi pengingat bahwa penciptaan nilai (value creation) BRI harus tercermin dalam kontribusi nyata kepada negara. Bersama Danantara Indonesia, BRI akan terus mengakselerasi pertumbuhan yang berkualitas sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat semakin optimal melalui penerimaan pajak negara," pungkasnya.