Liputan6.com, Jakarta - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 15 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, yang semula penuh ceria berubah kepanikan. Seseorang mengirimkan pesan ancaman bom di hari pertama sekolah usai libur panjang.
Pesan baru diketahui seorang guru kelas satu dan petugas TU pukul 08.00 WIB. Sebab sebelumnya, semua guru, petugas dan murid mengikuti upacara pembukaan kegiatan MPLS. Gara-gara ancaman bom tersebut, seketika suasana mencekam.
Advertisement
"Awalnya pagi itu, belum ada apa-apa ya, saya nganterin anak saya yang kedua tuh sampai gerbang sekolah. Pukul 07.30 WIB katanya ada teror bom, nah disitu langsung panik," kata Alfie, salah satu orang tua murid mengingat momen menegangkan tersebut.
Saat kejadian, beberapa orang tua masih menunggu di sekolah. Mereka ikut ketakutan. Cemas akan keselamatan buah hati tercinta.
Isi Pesan Ancaman
Sebenarnya, pesan ancaman sudah masuk sejak pukul 06.28 WIB. Bahkan pelaku sempat melakukan panggilan telepon. Tetapi, guru dan petugas TU sedang tidak memegang ponsel karena masih mengikuti upacara.
"SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI IN IAKAN MELEDĄK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK...!!!!," demikian isi pesan yang masuk ke ponsel guru dan petugas TU .
Berselang 40 menit kemudian, pelaku kembali mengirimkan pesan teror yang kedua. Dia mengancam dalam waktu hitungan menit gedung sekolah akan rata.
Kami pantau dari wilayah TKP," demikian pesannya.
"Bersiap siap hituang 10 menit dari belakang," lanjutnya.
"Akan rata semuanya," sambungnya.
"JANGAN COBA COBA ANDA LAPOR POLICE," tulisnya.
"SAYA TAHU DISANA ADA PAK RT UNTUK APA," demikian sedikit pesan yang disampaikan terduga pengancam.
Murid Dipulangkan, Lokasi Disisir
Pihak sekolah tak mau ambil risiko. Kegiatan MPLS di hari pertama disetop. Para murid, guru, dan orang tua murid dievakuasi keluar dari area sekolah dan dipulangkan. Bersamaan itu, tim Gegana dan Densus 88 Antiteror tiba lokasi.
Petugas fokus melakukan penyisiran ke tiap sudut sekolah. Memastikan ada tidaknya bahan peledak aktif yang terpasang.
Polisi juga menyita CCTV di sekolah dan area sekitarnya. Harapannya, mendapat petunjuk gerak gerik mencurigakan pelaku.
Tak hanya itu, anjing K9 juga dikerahkan. Petugas juga melacak nomor pengirim ponsel. Setelah 4 jam penyisiran, sekolah dinyatakan aman.
Pelaku Ditangkap
Dua jam setelah ancaman bom diterima, peneror mulai terendus. Polisi sigap melakukan pengejaran. Tak butuh lama, seorang pria inisial MY (34) ditangkap. Dia dipastikan sebagai peneror sekolah.
"Kegiatan teror yang terjadi, untuk pelaku satu orang inisial MY, alamat di sekitar lokasi kejadian sekolah, sudah diamankan. Masih dalam pendalaman penyidik terkait tujuan dan motif dari yang bersangkutan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.
Pelaku langsung digiring ke kantor polisi. Saat pemeriksaan, MY mengaku aksinya menebar ancaman bom hanya iseng. Tetapi polisi tak percaya begitu saja. MY masih diterus diperiksa.
"Yang bersangkutan hanya sifatnya iseng saja. Namun kami tidak percaya begitu saja, kami masih melakukan pendalaman, termasuk background pelaku," ujarnya.
Aksi Teror Kedua
Polisi juga melibatkan Densus 88 Antiteror untuk menggali motif sebenarnya MY menebar teror. Apalagi, ini bukan kejadian pertama MY mengirimkan pesan ancaman bom.
“Karena sebelumnya yang bersangkutan juga pernah mengirimkan WA yang sama ke ketua RT-nya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannuddin.
Tetapi, peristiwa tersebut tidak pernah dilaporkan ke kepolisian. Saat menerima pesan itu, ketua RT memilih berkomunikasi langsung dengan MY.
“Itu karena Pak RT-nya kenal dengan yang bersangkutan, sehingga langsung diajak komunikasi,” katanya.
Fakta lainnya, anak MY ternyata juga bersekolah di sana. Bahkan ketika semua orang panik, MY dengan santainya ikut menjemput anaknya.
“Tadi pagi yang bersangkutan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror terkait dengan ancaman bom tersebut,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannuddin.
Hingga Senin malam kemarin, MY masih menjalani pemeriksaan di kantor polisi atas perbuatannya.