Liputan6.com, Jakarta - Fakta baru terungkap dalam kasus ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Anak pria yang diduga mengirim ancaman bom justru tercatat sebagai siswa di sekolah tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannuddin mengatakan, penyidik semula menduga aksi pelaku berkaitan dengan persoalan pendaftaran sekolah. Namun dugaan itu berubah setelah MY dimintai keterangan.
Advertisement
“Awalnya kami dari sana. Namun, setelah pelaku diamankan, ternyata anaknya pelaku juga bersekolah di sekolah tersebut,” kata Iman kepada wartawan, Senin (13/7/2026).
Tak hanya itu, saat terjadi kepanikan akibat ancaman bom pada Senin pagi, MY juga datang ke sekolah untuk menjemput anaknya setelah mendapat informasi mengenai adanya teror tersebut.
“Tadi pagi yang bersangkutan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror terkait dengan ancaman bom tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, ia belum menyimpulkan motif di balik aksi MY. Pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya persoalan lain yang melatarbelakangi ancaman tersebut.
Iman mengatakan, dari pemeriksaan awal pelaku mengaku hanya iseng. Namun, ia mengaku tak langsung mempercayai pengakuan tersebut.
“Kami tidak percaya begitu saja dan kami terus melakukan pendalaman terhadap pelaku, kemudian background pelaku, dan keterhubungan pelaku dengan pihak-pihak yang lain,” katanya.
Pengakuan Pelaku Kirim Pesan Ancaman Bom ke SDN Srengseng Sawah
Polisi menangkap MY (34), otak pesan teror ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Selatan.
"Pelaku yang melakukan ancaman teror kepada guru dan saksi yang ada di sekolah sudah kami lakukan penangkapan dan kami amankan di Polres Metro Jakarta Selatan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannuddin, kepada wartawan, Senin (13/7/2026).
Menurut Iman, sejauh ini baru satu orang yang diamankan. Pelaku berdalih tindakannya itu hanya keisengan semata.
"Sementara hasil dari permintaan keterangan yang bersangkutan hanya sifatnya iseng saja. Namun kami tidak percaya begitu saja, kami masih melakukan pendalaman, termasuk background pelaku," ujarnya.