Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlawanan pada pekan lalu. Sejumlah sentimen global dan domestik membayangi pasar keuangan. Lalu data ekonomi apa saja yang akan dicermati pekan ini?
Mengutip riset Syailendra Capital, Senin, (13/7/2026), sejumlah sentimen sepekan antara lain, Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah penyerangan oleh Amerika Serikat.
Advertisement
Menurut kelompok penasihat maritim, jalur Selatan Hormuz tetap dibuka pada Minggu, walaupun Iran menyatakan, jalur tersebut ditutup. Selain itu, Iran juga melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Timur Tengah. Hal ini mendorong harga minyak kembali naik ke level US$ 71-US$ 76 per barel.
"Hingga kini, tingkat aktivitas di Selat Hormuz baru mencapai 18% dari level normal sebelum perang terjadi,” demikian seperti dikutip dari catatan Syailendra.
Kemudian, status pasar Indonesia kembali disroot S&P Dow Jones Indices yang menempatkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan dengan potensi special measures/frontier bersama dengan Turki. Namun, dari segi jumlah dana pasif berbasis S&P Dow Jones Indices relatif terbatas dengan eksposur ke Indonesia mencapai Rp 8,3 triliun-Rp 8,5 triliun.
Selanjutnya, proyeksi defisit fiskal Indonesia pada 2026 naik 2,85% Produk Domestik Bruto (PDB) dari sebelumnya 2,68% yang disebabkan ada tambahan anggaran subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp 132 triliun. Hingga semester I 2026, defisit APBN tercatat Rp 196,5 triliun atau sebelumnya -0,76% PDB, lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu.
“Secara historis, pelebaran defisit pada semester II cenderung lebih kecil ketika penerimaan negara sedang tumbuh, sehingga masih terdapat peluang realisasi defisit lebih rendah dari proyeksi,” demikian seperti dikutip.
Kemudian, BPI Danantara resmi menggabungkan empat manajer investasi BUMN yakni PNM-IM, BNI-AM, Mandiri Manajemen Investasi, dan BRI-MI dengan menetapkan Mandiri Manajemen Investasi sebagai entitas yang bertahan. Konsolidasi ini bertujuan membentuk perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia demi mengoptimalkan pengelolaan aset negara,” demikian seperti dikutip dari riset Syailendra.
Pergerakan Rupiah dan IHSG
Seiring sentimen itu, bagaimana IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pekan lalu?
Sepanjang pekan lalu, rupiah melemah 0,59% ke level 18.080 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS naik tipis 0,01% ke level 100,96.
Pasar obligasi dengan obligasi bertenor 10 tahun naik ke level 7,23%, yang diikuti dengan foreign outflow sebesar Rp 976 miliar pada pekan lalu. Selain itu, obligasi Amerika Serikat bertenor 10 tahun juga naik dari 4,48% ke 4,56%.
Di sisi lain dari pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,83% pada pekan lalu ke level 5.924, tetapi masih diikuti outflow sebesar Rp 1,3 triliun. Sementara itu, kedua indeks saham acuan Amerika Serikat naik yakni indeks Nasdaq bertambah 1,4% dan indeks S&P 500 mendaki 0,8%. Akan tetapi, indeks Dow Jones melemah 0,8%.
Lalu data ekonomi apa saja yang akan dicermati ke depan?
14 Juli 2026 di Amerika Serikat akan rilis data inflasi dan inflasi.
16 Juli 2026 di Amerika Serikat akan rilis data penjualan ritel MoM.