Ratapan Ibu Iringi Pencarian Penumpang KMP Batumandi

Tangis sang ibu mewarnai operasi pencarian bersama tim SAR.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 13 Juli 2026, 20:10 WIB
Madesta Sijabat tak kuasa menahan kesedihan saat ikut mencari putrinya. (Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pemandangan memilukan mewarnai operasi pencarian penumpang yang diduga terjatuh dari KMP Batumandi di perairan Pulau Panjurit, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (13/7/2026). Seorang ibu, Madesta Sijabat, tak kuasa menahan kesedihan saat ikut mencari putrinya, Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19).

Madesta yang menumpang kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas Lampung menyisir lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban, beberapa kali Madesta menangis histeris. Ia bahkan sempat terduduk lemas di atas kapal sambil terus memanggil nama putrinya.

Dengan suara bergetar, Madesta berulang kali mengucapkan permintaan maaf kepada sang anak. Tangisan dan ratapannya membuat suasana pencarian berubah haru. Personel SAR yang berada di kapal hanya bisa terus melanjutkan penyisiran sembari berharap Zora segera ditemukan.

Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, membenarkan bahwa ibu korban ikut dalam operasi pencarian selama kurang lebih satu jam.

"Tadi orang tua korban ikut dalam operasi pencarian. Ikut sekitar sejam bersama kami berkeliling di lokasi yang diduga tempat korban jatuh. Beberapa kali kami mendengar beliau meminta maaf sambil memanggil nama anaknya. Itu menjadi motivasi kami dalam melakukan operasi pencarian ini. Semoga korban segera ditemukan," kata Rezie, Senin (13/7/2026).

Menurut Rezie, kehadiran keluarga korban menjadi pengingat bagi seluruh personel SAR bahwa setiap detik pencarian memiliki arti besar bagi keluarga yang masih menanti kabar orang tercinta.

 

Diduga Terjatuh

Pencarian penumpang yang diduga terjatuh dari KMP Batumandi. (Liputan6.com/Istimewa).

Diketahui, Zora Panasea Martauli Ompusunggu diduga terjatuh dari KMP Batumandi saat kapal hendak bersandar di Pelabuhan Bakauheni pada Kamis (9/7/2026) dini hari.

Berdasarkan informasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, sekitar pukul 01.42 WIB pramugari kapal mengumumkan kepada seluruh penumpang agar kembali ke kendaraan masing-masing menjelang proses sandar.

Namun, seorang ibu kemudian melapor ke ruang informasi karena putrinya belum kembali. Petugas kapal melakukan pemanggilan melalui pengeras suara hingga lima kali, tetapi tidak ada jawaban. Pencarian kemudian dilakukan ke seluruh area kapal.

Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan sepasang sepatu dan jaket di tangga sebelah kanan menuju dek kendaraan satu. Temuan itu langsung dilaporkan kepada perwira jaga dan memunculkan dugaan bahwa penumpang tersebut terjatuh ke laut.

Pihak kapal selanjutnya berkoordinasi dengan Pos SAR Bakauheni untuk menggelar operasi pencarian. Basarnas Lampung mengerahkan personel, kapal RIB, peralatan selam, alat komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya guna menyisir perairan sekitar Pulau Panjurit.

Hingga Senin (13/7/2026), tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Zora Panasea Martauli Ompusunggu dengan harapan korban segera ditemukan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya