Liputan6.com, Pamekasan: Beberapa daerah di Kabupaten Pamekasan, Madura, mulai kekurangan air. Sumur milik warga sebagian besar mengering. Berdasarkan pemantauan SCTV, baru-baru ini, dari 13 kecamatan di Pamekasan, daerah yang cukup kritis terdapat di Desa Montok, Duko Timur, dan Artodung di Kecamatan Larangan serta Desa Potoan, Bulungan, dan Pale Sanggar di Kecamatan Pegantenan.
Kondisi serupa terjadi di daerah Bukek, Gugul, dan Bandaran di Kecamatan Tlanakan. Warga di sini menggunakan gerobak yang ditarik sapi untuk mendapatkan air bersih. Mereka terpaksa menempuh perjalanan sejauh lima kilometer menuju sumur bor. Sumur itu satu-satunya sumber air di daerah tersebut. Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Pamekasan segera memberi bantuan air bersih.
Krisis air juga dirasakan warga di empat kecamatan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Empat kecamatan itu adalah Pangkah, Suradadi, Tarub, dan Gedung Banteng. Sejak sepekan terakhir, sumur warga sudah kering. Akibatnya, warga yang kurang mampu terpaksa menyaring sisa air sumur yang keruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara bagi warga yang mampu, mereka membeli air per jeriken yang berisi 25 liter dengan harga Rp 1.500 [baca: Empat Kecamatan di Tegal Mengalami Krisis Air].(YYT/Mohammad Khodim)
Kondisi serupa terjadi di daerah Bukek, Gugul, dan Bandaran di Kecamatan Tlanakan. Warga di sini menggunakan gerobak yang ditarik sapi untuk mendapatkan air bersih. Mereka terpaksa menempuh perjalanan sejauh lima kilometer menuju sumur bor. Sumur itu satu-satunya sumber air di daerah tersebut. Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Pamekasan segera memberi bantuan air bersih.
Krisis air juga dirasakan warga di empat kecamatan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Empat kecamatan itu adalah Pangkah, Suradadi, Tarub, dan Gedung Banteng. Sejak sepekan terakhir, sumur warga sudah kering. Akibatnya, warga yang kurang mampu terpaksa menyaring sisa air sumur yang keruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara bagi warga yang mampu, mereka membeli air per jeriken yang berisi 25 liter dengan harga Rp 1.500 [baca: Empat Kecamatan di Tegal Mengalami Krisis Air].(YYT/Mohammad Khodim)