Hutama Karya Tambah Komisaris, Ini Daftar Terbarunya

Perubahan susunan komisaris Hutama Karya merupakan pembaruan data kepengurusan yang sesuai keputusan pemegang saham.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 13 Juli 2026, 16:00 WIB
Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). (Dok Hutama Karya)

Liputan6.com, Jakarta - PT Hutama Karya (PTHK) kembali merombak susunan pengurus perusahaan kepada para pemegang efek. Informasi tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi yang dipublikasikan perseroan terkait perubahan komposisi direksi dan dewan komisaris.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Senin (13/7/2026), Hutama Karya menegaskan perubahan tersebut merupakan pembaruan data kepengurusan yang berlaku sesuai keputusan pemegang saham.

Pada jajaran direksi, Koentjoro tetap menjabat sebagai Direktur Utama sejak 23 Juni 2026. Posisi Wakil Direktur Utama masih ditempati Sugeng Rochadi yang diangkat pada 13 Februari 2026. Selain itu, Eka Setya Adrianto dan Muhammad Fauzan juga kembali tercatat sebagai Direktur dengan tanggal pengangkatan masing-masing 23 Juni 2026.

Sementara Fatma Dewi Setyowati, Mardiansyah, dan Iwan Hermawan masih mengemban jabatan direktur berdasarkan pengangkatan pada 13 Februari 2026. Adapun Gunadi tetap menjadi salah satu anggota direksi dengan masa jabatan yang dimulai sejak 11 Juli 2022.

Komisaris Bertambah dengan Masuknya Akhmad Syamsuddin

Di jajaran dewan komisaris, Denny Abdi masih menjabat sebagai Komisaris Utama sejak 13 Februari 2026. Mukri juga tetap mengisi posisi Komisaris dengan tanggal pengangkatan yang sama. Sementara itu, Siti Jamaliah Lubis, R. Wahyu Muryadi, dan Mudanto Hatta tetap menjalankan tugas sebagai Komisaris Independen.

Ketiganya masing-masing diangkat pada 31 Oktober 2025, 29 April 2024, dan 31 Oktober 2025. Perubahan pada susunan komisaris ditandai dengan masuknya Akhmad Syamsuddin sebagai Komisaris yang diangkat pada 9 Juli 2026. Selain itu, Maulidya Indah Junica juga masih tercatat sebagai Komisaris sejak 9 Juni 2026.

 

 

Hutama Karya Kantongi Kredit Rp 13,6 Triliun untuk Proyek Tol Betung-Tempino-Jambi

PT Hutama Karya (Persero) menandatangani perjanjian fasilitas kredit dari sindikasi perbankan untuk pembiayaan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung-Tempino-Jambi.

Sebelumnya, PT Hutama Karya (Persero) menandatangani perjanjian fasilitas kredit dari sindikasi perbankan untuk pembiayaan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung-Tempino-Jambi.

Nilai fasilitas pembiayaan yang ditandatangani mencapai Rp 13,645 triliun. Direalisasikan melalui skema sindikasi yang melibatkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), serta PT Bank Mega Tbk.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah menjelaskan, ruas Tol Betung (Simpang Sekayu)-Tempino-Jambi direncanakan memiliki panjang sekitar 170,73 km.

Ruas tol ini merupakan koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menghubungkan Betung di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, hingga Kota Jambi, Jambi. "Keberadaan ruas ini diproyeksikan dapat mengefisiensikan perjalanan, dimana menurut kajian Core Indonesia (2024), penghematan waktu tempuh ruas ini sekitar 59,05 persen," jelas dia, Selasa (24/2/2026).

"Dengan struktur pendanaan yang semakin solid, pelaksanaan pembangunan diharapkan berjalan lebih konsisten sehingga manfaat ekonomi dan konektivitas dapat dirasakan secara bertahap," dia menambahkan.

 

 

 

Kredit Sindikasi Perbankan untuk Biayai Proyek

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). (Dok Hutama Karya)

Perjanjian fasilitas kredit dari sindikasi perbankan ini merupakan langkah strategis untuk memenuhi porsi pendanaan proyek. 

Mardiansyah menilai, dukungan dari konsorsium perbankan dan lembaga non-keuangan mencerminkan kepercayaan serta komitmen yang kuat terhadap pembangunan infrastruktur.

"Kami optimistis sinergi yang telah terbangun akan terus berlanjut dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional menuju Indonesia yang maju, tangguh, dan berdaya saing global," tuturnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya