Usai Piala Dunia 2026, FIFA Diskusikan Penambahan Peserta Jadi 64

FIFA akan membahas kemungkinan perluasan Piala Dunia pria menjadi 64 tim setelah 2026. Usulan ini menuai pro dan kontra di kalangan federasi sepak bola dunia.

oleh ThomasDiterbitkan 13 Juli 2026, 13:00 WIB
Trofi Piala Dunia FIFA dipajang menjelang pengundian kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di markas besar FIFA di Zurich, pada 13 Desember 2024. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akan mendiskusikan kemungkinan penambahan jumlah peserta Piala Dunia pria menjadi 64 tim setelah edisi 2026, sebuah langkah yang berpotensi mengubah lanskap turnamen sepak bola terbesar di dunia. Presiden FIFA Gianni Infantino telah mengonfirmasi rencana pembahasan ini, yang sebelumnya diusulkan oleh Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) untuk Piala Dunia 2030.

Wacana perluasan ini muncul seiring dengan edisi 2026 yang akan menjadi Piala Dunia pertama dengan 48 tim, meningkat dari format 32 tim sebelumnya. Jika usulan 64 tim disetujui, jumlah pertandingan dalam turnamen akan berlipat ganda dibandingkan era 32 tim, mencapai 128 pertandingan dari 64 pertandingan yang diadakan antara tahun 1998 dan 2022.

Infantino berargumen bahwa ekspansi semacam ini bertujuan untuk menjadikan Piala Dunia lebih inklusif secara global, memberi kesempatan lebih banyak negara untuk berpartisipasi dan memotivasi peningkatan kualitas sepak bola di seluruh dunia. Namun, gagasan ini juga menuai penolakan dari beberapa federasi regional.


Visi Inklusivitas dan Peningkatan Kualitas

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebut bahwa pembahasan mengenai perluasan Piala Dunia menjadi 64 tim akan menjadi “masalah yang pasti akan ditinjau dan didiskusikan di komite-komite terkait setelah Piala Dunia ini,” seperti yang ia sampaikan dalam wawancara dengan penyiar Swiss, Blue Sport (Bluewin). Menurut Infantino, saat sebuah Piala Dunia diselenggarakan, penting untuk mengaturnya bagi seluruh dunia, tidak hanya Eropa dan Amerika Selatan.

Infantino meyakini bahwa setiap negara harus memiliki kesempatan untuk bermimpi berpartisipasi dalam ajang terbesar sepak bola tersebut. Ia juga menyoroti peningkatan kualitas tim di seluruh dunia yang semakin tinggi, dan memberikan kesempatan kepada negara-negara kecil untuk berpartisipasi akan memotivasi mereka untuk terus meningkatkan diri. Langkah perluasan ke 48 tim untuk Piala Dunia 2026 sendiri telah disebut Infantino sebagai “100 persen sebuah kesuksesan,” yang membenarkan ekspansi berdasarkan performa tim-tim berperingkat lebih rendah.

“Semua ini adalah isu-isu yang akan kita periksa setelah Piala Dunia,” kata Infantino kepada stasiun televisi Swiss Blue Sport.

Lanjut Baca:

“Saya pikir penting bahwa ketika Anda ingin menyelenggarakan Piala Dunia, Anda melakukannya untuk seluruh dunia — bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan, tetapi secara efektif seluruh dunia. Setiap negara harus diizinkan untuk bermimpi berpartisipasi dalam Piala Dunia. Anda dapat melihat bahwa kualitas tim sangat tinggi dan semakin tinggi, di seluruh dunia. Jika Anda tidak memberi negara-negara kecil kesempatan untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia, mereka akan kekurangan insentif untuk terus meningkatkan diri.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya