Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) fluktuatif pada awal sesi perdagangan saham Senin, (13/7/2026). IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.082.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik tipis 0,17% menjadi 5.934,71. Saat dipantau pukuk 09.03 WIB, IHSG melemah 0,39% menjadi 5.901. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,69% menjadi 585,17. Pada pukul 09.10 WIB, IHSG berbalik arah menghijau. IHSG naik tipis 0,105 ke 5.920.
Advertisement
Pada awal sesi perdagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 5.936,88 dan level terendah 5.898,89. Sebanyak 294 saham melemah sehingga bebani IHSG. 162 saham menguat dan 225 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 415.721 kali dengan volume perdagangan saham 2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 711,9 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.079.
Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham properti naik 0,70%. Sektor saham energi melemah 0,18%, sektor saham basic susut 0,58%, sektor saham industri terpangkas 1,09%, dan catat koreksi terbesar.
Lalu sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,64%, sektor saham consumer siklikal merosot 0,215, sektor saham kesehatan terpangkas 0,35%, sektor saham keuangan terperosok 00,39%. Lalu sektor saham teknologi turun 0,15% dan sektor saham transportasi mendaki 0,58%. Di sisi lain, sektor saham properti berbalik arah menguat 0,76%.
Awal sesi perdagangan, saham PRDL naik 22,02% menjadi Rp 266 per saham. Harga saham PRDL dibuka menguat ke Rp 272 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 218 per saham. Saham PRDL berada di level tertinggi Rp 272 dan terendah Rp 218 per saham. Total frekuensi perdagangan 151.224 kali dengan volume perdagangan saham 4.123.806 saham. Nilai transaksi Rp 108,7 miliar.
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Senin, 13 Juli 2026 IHSG hari ini akan menguji 6.083-6.203. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG menguat 0,20% ke 5.942, dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun masih berada di bawah moving average (MA) 20 harian pada Jumat, 10 Juli 2026. Dalam timeframe weekly, IHSG menguat 0,83%, dan pergerakannya masih cenderung sideways.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave b dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam.
Rekomendasi Saham
“Hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji 6.083-6.203, namun cermati area koreksi pada level 5.752-5.797,” kata Herditya.
Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 5.486,5.317 dan level resistance 6.007,6.286.
Sedangkan selama sepekan, Herditya perkirakan, IHSG cenderung bergerak sideways dengan level support 5.742 dan level resistance 6.112. Sejumlah faktor yang akan membayangi IHSG antara lain, pertama, investor akan mencermati risalah the Federal Reserve (the Fed) meskipun diperkirakan masih akan terjadi higher for longer ke depan.
Kedua, investor juga akan mencermati rilis laporan keuangan kuartal kedua 2026. Ketiga, rilis data makro China akan keluar. Keempat, pergerakan nilai tukar rupiah dan harga komoditas dunia.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 5.640-6.000.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) - Buy on Weakness
Saham ARCI menguat 4,71% ke 1.000 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat, pergerakannya mampu menembus moving average (MA)20 harian.
“Selama ARCI masih mampu berada di atas 920 sebagai stoplossnya, posisi ARCI kami perkirakan sedang berada pada awal dari wave 3 dari wave (C),” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 970-995
Target Price: 1.115, 1.225
Stoploss: below 920
Rekomendasi Teknikal Lainnya
2.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) - Buy on Weakness
Saham BMRI menguat 0,99% ke 4.080 dan masih didominasi oleh volume pembelian, tetapi pergerakannya masih berada di bawah MA20.
“Kami memperkirakan, posisi BMRI sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave B,” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 3.780-3.850
Target Price: 4.180, 4.270
Stoploss: below 3.710
3.PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) - Trading Buy
Saham MINA terkoreksi 1,45% ke 272 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun masih berada di bawah MA20.
“Selama MINA masih mampu berada di atas 238 sebagai stoplossnya, diperkirakan posisi MINA saat ini berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii],” ujar dia.
Trading Buy: 250-266
Target Price: 310, 336
Stoploss: below 238
4.PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) - Buy on Weakness
Saham TAPG menguat 0,98% ke 1.540 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakan TAPG masih mampu berada di atas MA20.
“Kami memperkirakan, posisi TAPG berada pada bagian dari wave [ii] dari wave C dari wave (B),” ujar dia.
Buy on Weakness: 1.490-1.530
Target Price: 1.625, 1.700
Stoploss: below 1.460