Pengakuan Sopir Terkait Kecelakaan Tewaskan 10 Orang di Indramayu

Kecelakaan dipicu saat pikap bawa rombongan pengantin putar balik.

oleh Yacob BillioctaDiterbitkan 13 Juli 2026, 07:45 WIB
Lokasi kecelakaan maut rombingan pengantin di Indramayu. (Merdeka.com/Azzura Galaxia)

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan maut antara pikap Daihatsu Grand Max, truk Hino Wing Box dan truk Hino bak menyebabkan 10 orang meninggal dunia dan delapan lainnya terluka, Minggu (12/7/2026).

Sopir truk Hino, Deden Ibad mengungkapkan saat kejadian dia dalam perjalanan menuju Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Nabrak dari belakang. Dari cikampek ke semarang," kata Deden. Dikutip dari Liputan6 SCTV, Senin (13/7/2026).

Dia juga memastikan bahwa rem truk yang dikemudikan dalam kondisi bagus. Menurutnya, kecelakaan terjadi karena momentum dan jarak antar kendaraan yang tidak memungkinkan untuk dihindari.

"Rem bagus. Tidak berani lihat (kondisi korban)," lanjutnya.

 

Kronologi Kecelakaan

Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu Ipda Masnan mengatakan kecelakaan tersebut melibatkan mobil pikap Daihatsu Grand Max, truk Hino Wing Box dan truk Hino bak.

Mobil pikap Grand Max bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan oleh sopir bernama Warkidi, melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon dengan membawa 17 penumpang.

Pikap membawa penumpang yang baru pulang dari acara pernikahan itu hendak memutar arah di lokasi kejadian.

“Menurut saksi, kendaraan pikap Grand Max dikemudikan saudara Warkidi datang dari arah Jakarta menuju Cirebon ketika berhenti di lajur kanan, kemudian tertabrak belakang dengan depan kendaraan truk Hino Wing Box,” katanya.

Akibat benturan tersebut, mobil pikap terdorong ke depan hingga bertabrakan dengan truk Hino bak berpelat E 8846 BA yang datang dari arah berlawanan.

“Kemudian kendaraan pikap terdorong ke depan tertabrak oleh kendaraan truk Lost Bak Hino BA yang datang dari arah berlawanan,” ujarnya.

Tiga orang meninggal di lokasi kejadian. Sementara tujuh korban lainnya meninggal di rumah sakit.

 

Identitas Korban

Berikut ini data korban meninggal dunia, luka berat dan luka ringan:

Meninggal Dunia

1. Nama: Mohamad Iqbal, 12 tahun, pekerjaan pelajar, alamat Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu;

2. Nama: Sawen, 40 tahun, pekerjaan IRT, alamat Blok Jemeti, Desa Cempeh Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu;

3. Nama: Ayu Wulandari, 32 tahun, pekerjaan IRT, alamat Blok Jemeti, Desa Cempeh Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu;

4. Nama: Karsinih, 60 tahun, pekerjaan IRT, alamat Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu;

5. Nama: Sinta, 32 tahun, pekerjaan IRT, alamat Blok 04 Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu;

6. Nama: Sanerah, 46 tahun, pekerjaan IRT, alamat Blok Jemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu;

7. Nama: Riyan Toni, 6 tahun, pekerjaan pelajar, alamat Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu;

8. Nama: Idah, 39 tahun, pekerjaan petani, alamat Blok Jemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu;

9. Nama: Yunah, 49 tahun, pekerjaan IRT, alamat Blok Jemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu;

10. Nama: Atsal Albara, 3 tahun, alamat Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu;

Korban Luka-luka

Luka Berat

11. Nama: Warkidi, 45 tahun, pekerjaan Wiraswasta, alamat Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu;

12. Nama: Tamara, 22 tahun, pekerjaan IRT, alamat Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu;

13. Nama: Olivia, 4 tahun, alamat Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu;

14. Nama: Bayu Kelana, 8 tahun, pekerjaan Pelajar, alamat Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu;

Luka Ringan

15. Nama: Wandi, 29 tahun, pekerjaan Wiraswasta, alamat Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu;

16. Nama: Saba, 11 tahun, pekerjaan Pelajar, alamat Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu;

17. Nama: Jesika, 2 tahun, alamat Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu;

18. Nama: Salma Yanti, 4 tahun, alamat Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya