Banjir dan Longsor Tewaskan 44 Orang di Bangladesh

Militer dikerahkan untuk menyalurkan bantuan ke wilayah-wilayah yang terputus akses.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 12 Juli 2026, 07:09 WIB
Warga berjalan di tengah guyuran hujan di kamp pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh, pada Selasa (7/72026). (Dok. AP/Shamimul Islam Faisal)

Liputan6.com, Dhaka - Banjir dan tanah longsor akibat hujan monsun yang mengguyur selama berhari-hari menewaskan sedikitnya 44 orang di wilayah tenggara Bangladesh. Lebih dari satu juta orang terisolasi, sementara pihak berwenang pada Sabtu (11/7/2026) terus berupaya menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang dilanda bencana.

Kementerian Penanggulangan Bencana Bangladesh menyatakan banjir melanda tujuh distrik, yakni Chattogram, Cox's Bazar, Bandarban, Rangamati, Khagrachhari, Moulvibazar, dan Habiganj. Bencana tersebut melumpuhkan aktivitas warga, mengisolasi ribuan keluarga, dan menyebabkan 267.918 rumah tangga terputus aksesnya. Demikian seperti dilaporkan CNA.

Upaya penyelamatan dan penyaluran bantuan terhambat oleh pemadaman listrik, kerusakan jalan, serta terputusnya jaringan komunikasi. Banyak warga tidak dapat memasak selama berhari-hari karena rumah mereka masih terendam. Sebagian lainnya kesulitan menggunakan dapur dan ruang tempat tinggal yang dipenuhi lumpur tebal.

"Air masih menggenangi rumah kami dan kami tidak bisa memasak. Persediaan makanan kering sudah habis. Kami juga harus melewati malam dalam kegelapan bersama anak-anak karena listrik padam," kata Nurul Islam, warga salah satu kawasan terdampak banjir di Chattogram.

Ribuan keluarga kini bergantung pada bantuan darurat dan makanan kering, seperti beras pipih, beras kembung, serta biskuit yang dapat langsung dikonsumsi tanpa dimasak. Namun, jalan yang tergerus banjir dan jembatan yang rusak menyulitkan petugas menjangkau sejumlah wilayah yang paling parah terdampak.

 

Pengungsi Rohingya Ikut Terdampak

Angkatan darat dan angkatan laut mengangkut makanan, air minum, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan pokok dengan perahu ke permukiman-permukiman yang terisolasi, seiring dengan ditingkatkannya operasi bantuan.

"Pemerintah mengerahkan segala upaya untuk membantu para korban banjir. Bantuan, air minum yang aman, dan pasokan medis terus disalurkan. Kami mengimbau warga yang rumahnya terendam agar segera mengungsi ke tempat penampungan terdekat," kata Menteri Penanggulangan Bencana dan Bantuan Iqbal Hossain saat meninjau daerah terdampak di Chattogram.

Hujan deras pada awal pekan ini turut memicu tanah longsor di kamp-kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazar. Bencana tersebut menewaskan 16 pengungsi, termasuk perempuan dan anak-anak.

Lebih dari satu juta pengungsi Rohingya tinggal di kawasan kamp tersebut. Hunian darurat yang berdiri di lereng curam dan perbukitan gundul membuat para penghuninya sangat rentan terhadap bencana selama musim monsun.

Bangladesh merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia. Hujan monsun yang datang setiap tahun kerap memicu banjir, erosi sungai, dan tanah longsor. Para ilmuwan menyebut perubahan iklim membuat hujan ekstrem semakin sering terjadi dan berintensitas lebih tinggi, sehingga memperluas dampak dan memperparah bencana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya