Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menghadiri Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (11/7/2026).
Agenda utama Mubeslub tersebut adalah memilih ketua umum baru untuk menggantikan Adies Kadir yang mengundurkan diri setelah dilantik sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
Advertisement
Dalam sambutannya, Bahlil menegaskan MKGR memiliki peran penting dalam sejarah lahirnya Partai Golkar. Menurut dia, MKGR merupakan salah satu organisasi yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) yang menjadi cikal bakal berdirinya Partai Golkar.
"Golkar dibentuk oleh Sekretariat Bersama (Sekber). Sekber itulah yang melahirkan Golkar. Dari 97 organisasi yang mendirikan Sekber, salah satunya adalah MKGR," ujar Bahlil.
Bahlil mengibaratkan Golkar sebagai kapal induk, sedangkan MKGR merupakan salah satu sekoci yang berperan menjalankan berbagai misi penting untuk mencapai tujuan organisasi.
"Golkar itu kapal induk. Salah satu sekocinya adalah MKGR. Keberhasilan mencapai sasaran bukan hanya ditentukan nakhoda kapal induk, tetapi juga operasi-operasi kecil yang dijalankan sekoci," katanya.
Bahlil Jagokan Wihaji
Dalam kesempatan itu, Bahlil menyatakan Wihaji merupakan sosok yang tepat memimpin MKGR menggantikan Adies Kadir. Wihaji saat ini menjabat sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Menurut Bahlil, dirinya telah mengenal Wihaji sejak lama sehingga memahami kapasitas dan kemampuannya.
"Sangat tepat kalau salah satu calon Ketua Umum MKGR ke depan adalah Pak Wihaji. Saya kenal betul Pak Wihaji sejak kami masih muda, sama-sama susah," ujarnya.
Bahlil meyakini Wihaji mampu membawa MKGR berkembang lebih baik di masa mendatang.
"Saya sudah kenal lama sama Pak Wihaji. Punya kemampuan dan kapasitas yang mumpuni untuk insyaallah membawa MKGR jauh lebih baik," ucapnya.
Di sisi lain, Bahlil juga mengapresiasi kepemimpinan Adies Kadir yang dinilai berhasil membawa MKGR mengikuti dinamika politik nasional.
"Seorang pemimpin harus bisa lebih baik dari pendahulunya. Itulah yang disebut transformasi dan regenerasi," kata Bahlil.
Maman Satu Suara
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum MKGR Maman Abdurrahman juga menyampaikan dukungannya kepada Wihaji untuk memimpin organisasi tersebut.
"Mudah-mudahan secepatnya kita sahkan saudara kita Wihaji sebagai Ketua Umum MKGR," ujar Maman.
Dia berharap Mubeslub menjadi momentum kebangkitan MKGR dalam menghadapi tantangan organisasi ke depan.
"Mubeslub ini kita jadikan momentum kebangkitan kebersamaan MKGR. Tantangan ke depan jauh lebih berat dibanding sebelumnya," tutup Maman.