Liputan6.com, Jakarta - Investor mungkin meremehkan valuasi perusahaan penambangan bitcoin (BTC) yang telah beralih ke pusat data kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Minggu (12/7/2026), menurut analis Compass Point, Michael Donovan dan Ed Engel, perusahaan penambangan bitcoin seharusnya semakin dinilai seperti pemilik properti yang mencetak penghasilan sewa tetap dari sewa artificial intelligence (AI) jangka panjang.
Advertisement
Untuk menguji tesis tersebut, Compass Point memperkirakan pendapatan sewa di masa depan yang terkait dengan kontrak yang telah ditandatangani, setelah dikurangi biaya konstruksi yang tersisa, kemudian membandingkan angka tersebut dengan nilai perusahaan masing-masing, seperti yang dilaporkan oleh CoinDesk.
Tujuannya adalah untuk mengisolasi seberapa besar valuasi perusahaan mencerminkan bisnis yang telah dikontrak dibandingkan dengan pengembangan masa depan spekulatif yang belum mendapatkan penyewa.
Penambang Bitcoin seperti Applied Digital, TeraWulf, dan Cipher Digital menunjukkan kesenjangan terbesar antara bisnis yang dikontrak dan valuasi saat ini, menurut laporan tersebut. Hal ini menunjukkan pasar memberikan sedikit nilai pada kapasitas AI tambahan yang belum disewakan oleh perusahaan-perusahaan ini.
Core Scientific dan Riot Platforms berbeda karena alasan yang berbeda. Kontrak Core Scientific yang ada sebagian besar sudah tercermin dalam harga. Ini berarti potensi kenaikan lebih lanjut bergantung pada penandatanganan pelanggan baru.
Sementara itu, Riot lebih dihargai berdasarkan Corsicana dan prospek yang lebih luas daripada pendapatan kontrak saat ini.
Compass Point mengatakan dua tahun ke depan akan menandai titik balik karena perusahaan-perusahaan ini beralih dari mengumumkan kesepakatan infrastruktur AI ke benar-benar mewujudkannya.
Transaksi Bekas Penambang Bitcoin dan Pusat Data AI
Seiring dengan beroperasinya fasilitas dan penyewa mulai membayar sewa, investor akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang arus kas berulang yang dapat dihasilkan oleh lokasi-lokasi ini, tidak seperti pendapatan penambangan Bitcoin yang berfluktuasi seiring dengan harga kripto.
Transaksi antara bekas penambang dan pusat data AI telah menjadi salah satu cerita terkuat di pasar yang terkait dengan AI selama setahun terakhir. Namun, pengembalian bervariasi karena investor mempertimbangkan jangka waktu konstruksi, kebutuhan pembiayaan, dan kecepatan penyewaan.
Setelah penurunan harga saham baru-baru ini di seluruh grup, Compass Point mengatakan pasar mungkin sekarang memasuki fase di mana eksekusi, bukan pengumuman, yang menentukan bagaimana saham-saham ini dinilai.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.