Biaya Komponen iPhone 18 Pro Melonjak Tinggi

Menurut laporan Counterpoint Research, biaya komponen iPhone 18 Pro diperkirakan meningkat tajam.

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 12 Juli 2026, 17:08 WIB
Ilustrasi iPhone (Photo by Daniel Romero on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga riset Counterpoint Research menerbitkan perkiraan rincian biaya komponen iPhone 18 Pro Max. Hal ini mengindikasikan biaya produksi ponsel flagship Apple meningkat dibanding model saat ini.

Dalam laporan singkat, Counterpoint Research membandingkan biaya komponen untuk iPhone 17 Pro Max 1TB dengan perkiraan biaya komponen iPhone 18 Pro Max 1TB.

Tidak heran, kelangkaan komponen yang memengaruhi pasar dari akhir tahun lalu, biaya memory flash NAND diperkirakan naik secara signifikan, diikuti lonjakan biaya DRAM yang sama besarnya.

Dilansir 9to5Mac, Minggu (12/7/2026), Counterpoint juga menyoroti SoC 2nm dan teknologi pengemasannya sebagai faktor utama lain dari kenaikan biaya.

Nyatanya, perkiraan Counterpoint menunjukkan bahwa biaya NAND dan DRAM iPhone 18 Pro Max akan mendekati keseluruhan biaya komponen model terkini. Termasuk NAND, DRAM, prosessor, kamera, layar, dan komponen lainnya.

Di sisi lain, Counterpoint memperkirakan biaya untuk layar dan komponen lain akan menurun, meskipun biaya kamera akan sedikit naik karena teknologi baru. Hal itu mengacu pada kamera utama dengan variable-aperture yang diperkirakan akan hadir.

Laporan ini juga menyebutkan Apple diperkirakan akan menggunakan kenaikan harga retail yang berbeda pada berbagai varian kapasitas penyimpanan, untuk menghindari hilangnya laba kotor pada model berkapasitas besar.

Disebutkan juga bahwa perusahaan tetap diperkirakan akan mencatatkan margin yang lebih tipis pada model tahun ini, meskipun terdapat kenaikan harga mencapai USD 200 atau setara dengan Rp 3,6 juta.

Rahasia Rantai Pasok Apple Terbongkar

Di sisi lain, dokumen rahasia terkait pengembangan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dilaporkan beredar di dark web, imbas pemasok Apple jadi korban ransomware.

Baru-baru ini, kelompok ransomware World Leaks mampu membobol dan mencuri data rahasia dan sensitif dari Tata Electronics, pemasok Apple asal India.

Tak tanggung-tanggung, data sensitif yang dicuri tersebut juga berisi foto iPhone 18 Pro yang belum dirilis dan setidaknya enam dokumen memetakan ratusan komponen perangkat itu ke pemasok spesifik.

Informasi dalam dokumen ini dikonfirmasi dan ditinjau Reuters dan satu sumber mengetahui persoalan ini secara langsung, sebagaimana dikutip dari MacRumors, Rabu (1/7/2026).

Data yang bocor mencakup foto uji jatuh (drop test) iPhone 18 Pro diambil di salah satu pabrik Tata pada awal 2026. Dijelaskan, foto tersebut menampilkan ponsel berbentuk slab abu-abu dengan tiga kamera belakang dan logo Apple.

Selain itu, beberapa file lain juga menyertakan watermark “confidential” milik Apple lengkap dengan kode internal yang konsisten dengan generasi iPhone 18 Pro.

Mengejutkannya, bocoran data ini lebih dari sekadar urusan privasi. Ini karena enam file lainnya memperlihatkan secara spesifik komponen di iPhone 18 Pro, dari chip hingga bagian baterai dan kamera ke masing-masing pemasoknya.

 

Data Rahasia Rentan Dipakai Pesaing

Padahal, raksasa teknologi asal Cupertino ini secara konsisten tidak mengungkap detail ini dalam basis data supplier publiknya.

Beredarnya dokumen ini juga menunjukkan di mana Apple mengandalkan beberapa pemasok sekaligus untuk satu komponen, dan di mana hanya bergantung pada satu atau dua pihak.

Apple sendiri terkenal sangat ketat untuk menjaga informasi pemasok perangkat mereka, seperti iPhone hingga Mac. 

Karena sudah muncul di dark web, informasi ini rentan dipakai oleh rival, pemalsu produk, hingga vendor Apple sendiri untuk mendapatkan gambaran jauh lebih jelas tentang siapa membuat apa.

Disebutkan, total file yang bocor dari Tata Electronics melebih angka 200.000. Selain dokumen iPhone, kebocoran ini juga mencakup materi terkait Tesla, dokumen dari TSMC dan Qualcomm, dua perusahaan dipercaya memproduksi komponen untuk iPhone.

Apple dilaporkan tengah menginvestigasi insiden ini bersama Tata. Sebagai respons, Tata membatasi akses internal ke sistem sensitif dan menyewa konsultan global untuk audit forensik.

Juru bicara Apple dan Tata tidak merespons pertanyaan Reuters. World Leaks, sebelumnya juga mengklaim bertanggung jawab atas peretasan Nike masih belum mengungkap lebih lanjut terkait bocoran data Tata ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya