Pramono Tawarkan Rusun untuk Warga Terdampak Pembebasan Lahan Ciliwung

Normalisasi Sungai Ciliwung ditargetkan mulai 2027.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 10 Juli 2026, 17:24 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menawarkan hunian di rumah susun (rusun) Rorotan dan Pulogebang kepada warga yang terdampak pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Sungai Ciliwung. Dia menyebut fasilitas tersebut disiapkan sebagai salah satu opsi relokasi bagi warga yang bersedia pindah.

Pramono mengatakan Pemprov DKI selalu menawarkan rusun dalam setiap proses pembebasan lahan. Namun, keputusan untuk menempati rusun tetap diserahkan kepada warga.

“Dalam setiap proses pembebasan lahan, kami juga menawarkan fasilitas rumah susun milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jika masyarakat bersedia, tentu akan kami fasilitasi,” kata Pramono di Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026).

Meski begitu, dia mengakui tidak semua warga terdampak bersedia direlokasi ke rumah susun. Menurutnya, sebagian warga memilih tetap tinggal di sekitar lokasi karena faktor pekerjaan, lingkungan, maupun keluarga.

“Permasalahannya, tidak semua warga ingin pindah karena mata pencaharian mereka berada di kawasan ini, sudah terbiasa tinggal di sini, atau memilih tinggal bersama keluarganya. Namun apabila bersedia, rumah susun yang kami siapkan, antara lain di Rorotan dan Pulau Gebang, dapat ditempati,” jelasnya.

Normalisasi Ciliwung Mulai 2027

Pramono menegaskan proses pembebasan lahan terus berjalan untuk mendukung proyek normalisasi Sungai Ciliwung. Hingga saat ini, Pemprov DKI Jakarta telah membebaskan 62 dari target 170 bidang lahan dan menargetkan seluruh proses pembebasan rampung pada akhir tahun ini.

“Dari target 170 bidang, saat ini telah selesai 62 bidang. Namun, hingga akhir tahun ini kami menargetkan seluruh proses pembebasan dapat diselesaikan,” kata Pramono.

Dia bilang, apabila target pembebasan lahan tercapai, normalisasi salah satu sumbu utama Sungai Ciliwung di kawasan Cawang dapat dimulai pada 2027. Proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai sehingga mampu mengurangi dampak banjir di Jakarta.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya