Prabowo Resmikan 5 Bendungan, Pasok Listrik Bersih 355 MW

Presiden Prabowo resmikan 5 bendungan sekaligus. Mampu pasok listrik EBT hingga 355 MW dan amankan air baku masyarakat demi swasembada energi dan pangan.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 10 Juli 2026, 15:06 WIB
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di Indonesia sekaligus. Seluruh bendungan ini mampu menyumbang produksi listrik energi baru terbarukan (EBT) atau hingga 355 megawatt (MW).

Lima bendungan yang diresmikan Kepala Negara di antaranya, Bendungan Jlantah di Karanganyar, Jawa Tengah. Kemudian, Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat; Bendungan Sidan, Gianyar, Bali; Bendungan Keureuto, Aceh Utara, Aceh; serta Bendungan Rukoh, Pidie, Aceh.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyampaikan lima bendungan memiliki potensi untuk mendukung swasembada pangan, swasembada air, hingga swasembada energi. Salah satunya, memberikan kontribusi pada produksi listrik bersih.

"Untuk ketahanan energi, infrastruktur ini turut menyumbang potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 9,6 MW dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung sebesar 346 MW," kata Dody dalam Peresmian Lima Bendungan oleh Presiden, di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

Dengan demikian, jumlah potensi listrik bersih yang dihasilkan bisa mencapai 355 MW. .

Tak hanya soal energi, bendungan ini hadir sebagai simpanan air baku untuk masyarakat. Manfaat lainnya yakni melindungi ratusan hektare kawasan dari potensi banjir.

"Kelima bendungan ini menghadirkan daya tampung sebesar total 371 juta meter kubik dan mampu mengamankan pasokan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik bagi masyarakat, serta perlindungan terhadap kurang lebih 932 hektare wilayah dari potensi banjir," beber dia.

Dibangun Sejak 2015

Prabowo meresmikan secara serentak lima bendungan di lima daerah Indonesia di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (10/7/2026). (Liputan6.com/Lizsa Egeham).

 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan secara bersamaan yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (10/7/2026). Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa kelima bendungan ini dibangun untuk mengerek produksi padi nasional dan mendukung penuh target swasembada pangan.

Dody dalam laporannya menjelaskan bahwa lima bendungan tersebut dibangun dalam rentang waktu 10 tahun terakhir, sejak 2015 hingga 2025. Infrastruktur ini mampu menyalurkan air secara masif melalui jaringan irigasi yang andal.

"Lima bendungan ini telah memberikan manfaat layanan irigasi seluas kurang lebih 40 ribu hektare (ha) yang ditunjang oleh total jaringan irigasi sepanjang 280 kilometer (km)," kata Dody dalam sambutannya di Lombok Barat, Jumat (10/7/2026).

Kerek Produksi Padi 720 Ribu Ton

Dody menerangkan bahwa jaringan irigasi dari kelima bendungan itu mampu berkontribusi pada peningkatan produksi padi secara signifikan. "InsyaAllah, dengan dukungan dari Menteri Pertanian, infrastruktur ini mampu menghasilkan kurang lebih 720 ribu ton padi per tahun," ucapnya.

Ia memastikan seluruh bendungan dibangun dan beroperasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, terutama agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar secara berkelanjutan lewat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya