Rans Entertainmen Resmi Melantai di Bursa, Raffi Ahmad Janji Jaga Kepercayaan Investor

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk menjadi emiten ke-7 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Juli 2026, 11:36 WIB
PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat, (10/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Liputan6.com, Jakarta - PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, (10/7/2026). RANS merupakan perusahaan media dan hiburan berbasis kreator (creator-based venture) yang berhasil mengembangkan intellectual property (IP) bernilai komersial yang memasuki pasar modal Indonesia.

Perseroan menawarkan 2.525.000.000 saham baru atau sebesar 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp 170 per saham sehingga menghimpun dana Rp 429,25 miliar.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang, yaitu sekitar 37,61% atau sebesar Rp 161,5 miliar untuk penyelenggaraan konser, 19,80% atau Rp 85 miliar untuk akuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia, 18,64% atau Rp 80 miliar untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland, 8,15% atau Rp 35 miliar untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence, PT Feedloop Global Teknologi, 6,98% atau sebesar Rp 29,95 miliar untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi Perseroan, serta 8,82% atau sebesar Rp 37,8 miliar untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.

Antusiasme investor telah terlihat sejak masa penawaran umum, di mana initial public offering (IPO) Perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) dengan hampir satu juta investor mengikuti proses pemesanan, mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

Pendiri RANS, Raffi Ahmad menuturkan, hari ini, pihaknya tidak sedang merayakan akhir perjalanan, melainkan titik awal.

"Menjadi perusahaan publik berarti kami memilih untuk tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, lebih transparan, dan lebih bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham serta masyarakat Indonesia," ujar dia dikutip dari keterangan resmi, Jumat pekan ini.

“Kepercayaan publik adalah amanah yang akan terus dijaga perseroan melalui tata kelola yang baik dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ia menambahkan.

 

 

Berawal dari Garasi Rumah

Pencatatan saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), Jumat, (10/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Didirikan pada 2016 di sebuah garasi rumah, RANS memulai perjalanan sebagai kanal konten digital yang lahir dari keseharian keluarga. Dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, RANS berevolusi menjadi sebuah creator-based venture, yaitu model usaha yang mentransformasikan kreativitas dan audiens yang dimiliki kreator menjadi IP serta bisnis yang memiliki nilai komersial dan berkelanjutan, dibuktikan dengan kepercayaan lebih dari 300 brand yang telah bekerjasama dengan RANS.

Saat ini, RANS membangun ekosistem yang mencakup media hiburan digital, pengembangan intellectual property dengan nilai komersial, produkkonsumen, kerja sama periklanan merek, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence), yang didukung oleh ratusan talenta profesional sebagai pilar pertumbuhan Perseroan.

Pencatatan saham ini bukan sekadar babak baru bagi RANS, tetapi juga menjadi refleksi atas evolusi industri kreatif Indonesia. Jika dahulu kreativitas identik dengan menghasilkan konten dan membangun audiens, kini tantangannya adalah mengubah kreativitas tersebut menjadi intellectual property yang dapat terus dikembangkan, diperluas, dan menciptakan nilai ekonomisecara berkelanjutan.

Melalui IPO ini, RANS ingin menunjukkan perusahaan yang lahir dari creator economy dapat berkembang menjadi institusi bisnis yang profesional, transparan, dan akuntabel, tanpa kehilangan semangat kreativitas yang menjadi identitasnya.

"Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan," ujar Direktur Utama RANS Nagita Slavina.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya