RANS Melantai di Bursa, Himpun Rp 429,25 Miliar dari IPO

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina menuturkan, dana IPO akan dipakai untuk memperkuat fondasi menuju masa depan.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 10 Juli 2026, 10:18 WIB
PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat, (10/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Liputan6.com, Jakarta - PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) menghimpun dana sebesar Rp 429,25 miliar melalui penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menyatakan dana tersebut akan digunakan untuk memperluas sejumlah lini usaha, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk bisnis penyelenggaraan konser.

RANS menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan menetapkan harga penawaran sebesar Rp 170 per saham.

Pada perdagangan perdana, saham RANS dibuka menguat. Minat investor juga tercermin sejak masa penawaran umum karena IPO perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) dengan hampir satu juta investor mengikuti proses pemesanan.

Direktur Utama PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk, Nagita Slavina, mengatakan dana hasil IPO akan menjadi modal bagi perseroan untuk memperkuat fondasi bisnis dan mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.

"Dana IPO ini akan kami gunakan untuk memperkuat fondasi menuju masa depan. IPO ini bukan garis akhir perjalanan RANS. IPO ini adalah titik awal,” kata Nagita dalam seremoni pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia, Jumat (10/7/2026).

Berdasarkan prospektus perseroan, sekitar 37,61% atau Rp 161,5 miliar dari dana IPO akan digunakan untuk penyelenggaraan konser. Perseroan juga mengalokasikan 19,80% atau Rp 85 miliar untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia.

Selain itu, RANS menganggarkan 18,64% atau Rp 80 miliar untuk mengembangkan wahana bermain dan belajar Cipungland. Perseroan juga menyiapkan 8,15% atau Rp 35 miliar untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan bersama PT Feedloop Global Teknologi.

Perseroan selanjutnya mengalokasikan 6,98% atau Rp 29,95 miliar untuk melunasi sebagian fasilitas kredit investasi. Sisa dana sebesar 8,82% atau Rp 37,8 miliar akan digunakan sebagai tambahan modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.

Nagita mengatakan, status sebagai perusahaan publik bukan hanya bertujuan memperoleh tambahan modal. Langkah tersebut juga menjadi komitmen perseroan untuk memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan transparansi, dan mempertanggungjawabkan setiap keputusan kepada para pemegang saham. Perusahaan publik harus dinilai berdasarkan fundamental bisnis, bukan semata-mata popularitas para pendirinya.

 

Menambah Emiten di Pasar Modal Indonesia

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin saat pencatatan saham PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), Jumat, (10/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Saidu Solihin, mengatakan pencatatan saham RANS menambah jumlah emiten dari sektor media dan hiburan di pasar modal Indonesia. Kehadiran RANS memperkuat peran pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang bagi dunia usaha.

Saidu menyebut RANS menjadi emiten ketujuh yang melantai di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2026 sekaligus menjadi perusahaan tercatat ke-963 di BEI. Ia berharap perseroan dapat menjaga tata kelola perusahaan, keterbukaan informasi, dan kepatuhan sebagai perusahaan publik.

RANS didirikan pada 2016 sebagai kanal konten digital yang berawal dari sebuah garasi rumah. Dalam perkembangannya, perseroan membangun bisnis berbasis kreator dengan mengembangkan berbagai intellectual property (IP), media digital, produk konsumen, layanan periklanan, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Pendiri RANS, Raffi Ahmad, mengatakan pencatatan saham menjadi awal bagi perseroan untuk tumbuh dengan standar tata kelola yang lebih tinggi. Ia menegaskan, RANS akan menjaga kepercayaan publik melalui transparansi dan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya