Liputan6.com, Jakarta - RANS Entertainment resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026). Momen ini menjadi tonggak baru bagi perusahaan yang didirikan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, setelah berkembang dari kanal konten digital menjadi perusahaan media dan hiburan berbasis kreator yang kini berstatus emiten.
Melalui penawaran umum perdana saham (IPO), PT RANS Entertainment Indonesia Tbk melepas 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp 170 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 429,25 miliar.
Advertisement
Antusiasme investor terlihat sejak masa penawaran umum. IPO RANS disebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) dengan hampir satu juta investor mengikuti proses pemesanan saham.
Dana IPO Dipakai untuk Konser hingga Pengembangan AI
Dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung sejumlah strategi ekspansi bisnis RANS. Porsi terbesar, sekitar Rp 161,5 miliar, dialokasikan untuk penyelenggaraan konser sebagai salah satu fokus pengembangan bisnis hiburan. Selain itu, Perseroan juga mengalokasikan Rp 85 miliar untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia, Rp 80 miliar untuk pengembangan wahana bermain dan edukasi Cipungland, serta Rp 35 miliar untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi.
Sisa dana akan digunakan untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi dan memperkuat modal kerja anak usaha PT Rans Nikmat Sejahtera.
Dari Garasi Rumah hingga Menjadi Perusahaan Publik
Didirikan pada 2016 di garasi rumah, RANS awalnya dikenal sebagai kanal konten digital yang mengangkat keseharian keluarga Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Dalam waktu kurang dari satu dekade, perusahaan tersebut berkembang menjadi ekosistem bisnis yang mencakup media digital, pengembangan intellectual property (IP), produk konsumen, kerja sama dengan ratusan brand, hingga teknologi berbasis AI.
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, berharap perjalanan perusahaan dapat menjadi contoh bahwa industri kreatif Indonesia mampu berkembang menjadi institusi bisnis yang profesional. "Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan," ujar Nagita.
Raffi Ahmad: Ini Bukan Akhir, Tapi Awal Perjalanan
Sementara itu, Raffi Ahmad menegaskan pencatatan saham di BEI bukan menjadi akhir perjalanan RANS, melainkan awal untuk tumbuh dengan standar tata kelola perusahaan yang lebih tinggi. "Hari ini kami tidak sedang merayakan akhir perjalanan, melainkan titik awal. Menjadi perusahaan publik berarti kami memilih untuk tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, lebih transparan, dan lebih bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham serta masyarakat Indonesia," kata Raffi.
Menurutnya, status sebagai perusahaan publik juga menjadi komitmen RANS untuk menjaga kepercayaan investor melalui tata kelola yang baik sekaligus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.