Sandy Tumiwa Buka Suara soal Somasi Tessa Kaunang, Sebut Hanya Salah Paham

Polemik tersebut bermula saat Sandy Tumiwa mengunggah foto Tessa Kaunang mengenakan kerudung di akun media sosial pribadinya.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 09 Juli 2026, 16:56 WIB
Polemik tersebut bermula saat Sandy Tumiwa mengunggah foto Tessa Kaunang mengenakan kerudung di akun media sosial pribadinya. (Adrian Putra/Bintang.com)

Liputan6.com, Jakarta - Sandy Tumiwa menanggapi somasi yang sempat dilayangkan mantan istrinya, Tessa Kaunang. Sebagai informasi, Tessa bersama penasihat hukumnya melayangkan somasi atas postingan Sandy yang dinilai mengganggu privasi dan tidak sesuai kenyataan.

Polemik tersebut bermula saat Sandy mengunggah foto Tessa mengenakan kerudung di akun media sosial pribadinya. Menurut Sandy, persoalan tersebut sebenarnya hanya terjadi karena kesalahpahaman dalam komunikasi.

"Ya itu saja sih, tentang misscommunication. Karena kesibukan masing-masing, saya juga di luar kota. Maksud saya sebenarnya bagus. Saya bilang kalau dia pakai kerudung cantik. Saya WA dulu, 'Kamu pakai jilbab cantik ya.' Tapi responsnya justru somasi," ujar Sandy Tumiwa di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

Sandy menilai respons sang mantan istri terlalu berlebihan. Ia menilai masalah itu seharusnya bisa diselesaikan melalui komunikasi langsung tanpa perlu menempuh jalur hukum.

"Padahal kan seharusnya tinggal WA saja, bilang, 'Jangan dong.' Simpel sebenarnya. Selama ini juga tidak pernah ada komunikasi soal menolak atau tidak. Komunikasi kami memang sudah jauh. Padahal saya maunya tetap baik-baik saja sebagai teman karena yang dilihat anak-anak. Jangan sampai anak-anak berpikir kami ini ribut atau berjauhan," katanya.


Sebut Sebagai Bentuk Penghargaan

Tessa Kaunang layangkan somasi terbuka kepada bekas suaminya, Sandy Tumiwa, terkait unggahan di medsos menampilkan foto yang mengganggu privasi.

Sandy juga menegaskan bahwa unggahannya sama sekali tidak bertujuan menggiring opini publik terkait keyakinan Tessa. Ia menyebut foto tersebut diunggah semata sebagai bentuk penghargaan kepada seorang wanita yang telah berjasa membesarkan anak-anak mereka.

"Pas saya unggah foto itu, saya juga memakai referensi lain. Bunda Maria juga digambarkan memakai kerudung. Jadi tidak ada maksud menyudutkan atau membentuk persepsi bahwa dia mualaf. Saya hanya menghargai dia sebagai wanita yang berjasa bagi anak-anak," jelasnya.

Meski merasa niatnya baik, Sandy memilih untuk meminta maaf dan tidak memperpanjang persoalan. Ia merasa jasa seorang ibu tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan apa yang ia lakukan sebagai seorang ayah.

"Saya punya anak-anak, dan pengorbanan Tessa jauh lebih besar daripada saya karena dia yang mengandung selama sembilan bulan dengan nyawa sebagai taruhannya. Sebesar apa pun jasa saya kepada anak-anak, tidak akan bisa dibandingkan dengan ibunya. Makanya apa yang saya lakukan sekarang juga untuk anak-anak, supaya ada keseimbangan," lanjutnya.


Mengaku Tak Punya Maksud Tersembunyi

Sandy menegaskan bahwa unggahan foto Tessa berhijab tidak memiliki maksud tersembunyi. Baginya, pujian terhadap wanita yang mengenakan kerudung merupakan bentuk apresiasi yang sederhana.

"Kalau dia punya pasangan, ya sudah, kita saling menghargai. Niat saya hanya ingin mengatakan bahwa dia cantik memakai jilbab. Sesederhana itu. Tidak ada niat menggiring opini bahwa dia mualaf atau hal-hal lain," tegas Sandy.


Tegaskan Niatnya Sederhana

Sandy berharap masyarakat dapat melihat persoalan tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Ia menilai menghargai seorang wanita merupakan bagian dari nilai-nilai yang ia yakini.

"Banyak wanita memakai kerudung dan itu tidak menjadi masalah. Saya hanya mengatakan dia cantik memakai kerudung. Tidak ada polemik soal mualaf atau apa pun. Niat saya sesederhana itu," ucap Sandy Tumiwa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya