Liputan6.com, Jakarta - Sebuah brankas 'istimewa' berhasil dibuka oleh Roy, seorang ahli kunci asal Ciawi, Kabupaten Bogor. Dia diminta membantu membongkar sebuah brankas di rumah mewah di kawasan Parahayangan Golf II, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu, 8 Juli 2026 malam.
Malam itu, Roy sedang beristirahat di rumahnya. Ia mengaku dihubungi oleh kepolisian untuk membongkar sebuah brankas di rumah tersebut. Ia tak menyangka mendapatkan amanah untuk membongkarnya.
Advertisement
"Tadi sama Polres, Polres Bogor dipanggil. Ditelepon suruh datang ke sini. Karena ada kerjaan suruh bongkar brankas katanya," kata dia kepada wartawan di lokasi.
Roy mengaku dihubungi pihak kepolisian sekitar pukul 21.30 WIB. Mendapati panggilan tersebut, Roy langsung bergegas ke lokasi yang diminta.
Tibanya di lokasi, Roy bersama temannya langsung membongkar brankas tersebut dengan grinda.
Proses pembukaan tidak memakan waktu lama. Roy hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk membongkarnya.
"Langsung gerak cepat aja, langsung digerinda langsung dibuka," katanya.
Diketahui, brankas yang dibongkar bukanlah brankas biasa. Menurut Roy, brankas tersebut adalah brankas 'istimewa' dengan harga mencapai puluhan juta.
"Istimewa itu. Kisaran harganya sekitaran 20-an lah," ungkap Roy.
Brankas Bak Ruang Penyimpanan
Roy membeberkan, brankas tersebut memiliki dua lapisan baja. Selain itu, dilengkapi dengan sistem pengamanan berlapis dengan yaitu kombinasi angka dan kunci manual.
Brankas tersebut juga didesain seperti sebuah ruang penyimpangan. Tidak terlalu besar, hanya berukuran 1,5 m x 80 cm saja. Menyatu dengan tembok dan berada di balik lemari di salah satu kamar lantai dua.
"Bukan brankas umum, ruangan," ucapnya.
Saat berhasil dibuka, Roy sempat melihat beberapa koper di ruangan tersebut. Dia tidak masuk ke dalam ruangan tersebut, hanya melihat dari bagian luar. Roy pun mengaku tidak mengatahui secara pasti apa isi koper tersebut.
"Enggak masuk ke dalam kan saya cuma lihat dari luar, koper-koper aja sudah dibuka sudah," tutur Roy.