Liputan6.com, Kuala Lumpu - Pemerintah Malaysia memutuskan menghentikan pengadaan alat pertahanan dari Norwegia menyusul pembatalan sepihak Norwegia atas izin ekspor rudalnya ke Malaysia.
"Kabinet telah memutuskan agar Kementerian Pertahanan Malaysia menghentikan serta-merta setiap pengadaan baru peralatan maupun perlengkapan pertahanan dari Norwegia," ujar juru bicara Pemerintah Malaysia sekaligus Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil dalam pernyataannya kepada media di Kuala Lumpur, Rabu (8/7/2026) seperti dilaporkan kantor berita Antara.
Advertisement
Fahmi menyatakan keputusan itu diambil setelah Pemerintah Malaysia meninjau perkembangan terkini terkait keputusan Pemerintah Norwegia yang membatalkan izin ekspor rudal ke Malaysia, yang sedianya akan dipasang pada kapal Littoral Combat Ship (LCS) milik Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (TLDM).
Sebelumnya Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga telah menyampaikan langsung keberatan keras atas pencabutan izin atau lisensi ekspor Naval Strike Missile (NSM/rudal serangan angkatan laut) kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store melalui percakapan telepon.
Menurut Anwar keputusan itu dibuat sepihak oleh Norwegia dengan dalih melindungi keamanan Norwegia.
Anwar menegaskan bahwa Malaysia telah memenuhi setiap kewajiban dalam kontrak ini sejak 2018 secara cermat, penuh itikad baik, dan tanpa keraguan sedikit pun.
"Namun tampaknya Norwegia tidak merasa perlu menunjukkan sikap yang sama kepada kami maupun menjunjung itikad baik tersebut," tegas Anwar.