Liputan6.com, Jakarta - Maudy Ayunda, bersama Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), secara resmi mengajukan paten bersama untuk sebuah inovasi produk kosmetik. Inovasi ini berbasis pada pemanfaatan tanaman nyamplung atau tamanu (Calophyllum inophyllum) dan diajukan pada 7 Juli 2026.
Keterlibatan Maudy Ayunda dalam riset ini merupakan bagian dari perannya sebagai salah satu pendiri (Co-founder) PT Inovasi Alam Nusantara, perusahaan yang menaungi merek produk perawatan kulit "From This Island". Kolaborasi ini berfokus pada pemanfaatan kekayaan alam Indonesia untuk pengembangan dan produksi kosmetik.
Advertisement
Pengajuan paten tersebut menjadi puncak dari kerja sama riset yang telah berlangsung selama tiga tahun, dimulai secara resmi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Sekolah Farmasi ITB dan PT Inovasi Alam Nusantara pada 14 November 2023 di Auditorium CC Timur ITB.
Riset Mendalam untuk Pemanfaatan Biodiversitas Lokal
Riset yang dilakukan mencakup berbagai tahapan teknis, mulai dari standardisasi bahan baku hingga metode ekstraksi dan pemurnian polifenol tamanu. Tim peneliti juga memanfaatkan calophyllolide sebagai bahan aktif utama dalam formulasi produk kecantikan.
Selain fokus pada aspek ilmiah, Maudy Ayunda turut berkontribusi dalam penguatan kolaborasi melalui kegiatan edukasi. Ia memberikan kuliah tamu berjudul "Challenges in Natural Ingredient Development for Cosmetic Application" kepada mahasiswa dan dosen Sekolah Farmasi ITB.
Kepala Program Studi Sains dan Teknologi Sekolah Farmasi ITB, Dr. rer. nat. apt. Rachmat Mauludin, S.Si., M.Si., bertindak sebagai moderator dalam kuliah tamu yang turut menghadirkan Head of Research & Extract dari From This Island, Erna Subroto, Ph.D.
Dari Laboratorium ke Paten Inovasi
Keterlibatan Maudy Ayunda dalam riset ini telah dimulai sejak tahun 2023, seperti yang ia sampaikan melalui unggahan di media sosialnya. Kolaborasi ini kemudian diperkuat dengan pembukaan kuliah umum "From Lab to Market" oleh Maudy Ayunda pada 18 Juni 2026 di Auditorium SBM Freeport ITB, menandai penguatan inovasi kosmetik alami.
Paten yang diajukan pada 7 Juli 2026 secara spesifik berkaitan dengan metode produksi polifenol dari biji nyamplung. Inovasi ini merupakan hasil nyata dari kerja sama yang telah berjalan selama tiga tahun.
Direktur Riset dan Inovasi (DRI) ITB, Prof. Dr. apt. Elfahmi, menjelaskan bahwa kolaborasi semacam ini merupakan bagian integral dari misi DRI ITB. "Kolaborasi ini merupakan bagian dari misi DRI ITB untuk mendorong budaya hilirisasi," ujar Prof. Elfahmi, yang juga meyakini pentingnya pemanfaatan biodiversitas Indonesia.