IHSG Diprediksi Melesat, Simak Rekomendasi Saham 8 Juli 2026

Berikut strategi rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan saham, Rabu, (8/7/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 Juli 2026, 07:02 WIB
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu, (8/7/2026). IHSG hari ini akan menguji 6.083-6.203. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melanjutkan kenaikan 1,19%, ke 5.986, dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat. Penguatan IHSG pun mampu menembus moving average (MA) 20 harian.

“Kami perkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave b dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Ia menuturkan, hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji 6.083-6.203. Herditya mengatakan, IHSG akan berada di level support 5.486,5.317 dan level resistance 6.007,6.286.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan resistance 5.640-6.000.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).

Sedangkan dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Trading Buy

Saham AADI menguat 1,56% ke 8.125 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat, penguatannya pun mampu berada di atas MA20.

“Kami memperkirakan, posisi AADI saat ini berada pada bagian dari wave [b] dari wave B,” ujar Herditya.

Trading Buy: 7.950-8.050

Target Price: 8.300, 8.425

Stoploss: below 7.875

 

2.PT Sentul City Tbk (BKSL) - Buy on Weakness

Saham BKSL menguat 9,84% ke 67 dan didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat, penguatannya pun mampu menembus MA20. Herditya menuturkan, pihaknya memperkirakan, posisi BKSL saat ini berada pada bagian awal dari wave C dari wave (4).

Buy on Weakness: 63-66

Target Price: 73, 80

Stoploss: below 60

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

3.PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Buy on Weakness

Saham INCO menguat 0,87% ke 4.620 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, tetapi penguatannya masih tertahan oleh MA20. “Saat ini, posisi INCO diperkirakan berada pada bagian dari wave [c] dari wave B,” kata dia.

Buy on Weakness: 4.460-4.560

Target Price: 4.800, 5.175

Stoploss: below 4.280

 

4.PT Petrosea Tbk (PTRO) - Buy on Weakness

Saham PTRO menguat 1,52% ke 4.010 dan masih disertai oleh volume pembelian, tetapi penguatan PTRO tertahan oleh MA20. “Kami memperkirakan, posisi PTRO saat ini berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C,” tutur dia.

Buy on Weakness: 3.740-3.940

Target Price: 4.610, 5.500

Stoploss: below 3.550

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 7 Juli 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada perdagangan saham Selasa, (7/7/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang masih berada di kisaran 17.900.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melambung 1,19% menjadi 5.986,49. Indeks saham LQ45 bertambah 1,79% menjadi 594,91. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.987,01 dan level terendah 5.890,44. Sebanyak 430 saham menguat sehingga angkat IHSG. 212 saham melemah dan 141 saham diam di tempat.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, kenaikan IHSG didorong sejumlah faktor. Pertama, sektor finansial dan pasar secara keseluruhan mendapat angin segar setelah data Cadangan Devisa (Cadev) Indonesia dilaporkan naik ke posisi US$ 145,6 miliar.

"Peningkatan cadangan devisa ini memberikan konfirmasi kepada pasar mengenai ketahanan instrumen eksternal kita, yang sekaligus memberikan amunisi bagi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar," ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

 

 

Sektor Saham

Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Kedua, pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ia menilai, rupiah terpantau bergerak menguat ke kisaran 17.980-an per dolar AS. Nafan menilai, hal ini meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi capital outflow yang agresif, sehingga memicu aksi beli di pasar ekuitas.

Total frekuensi perdagangan saham 1.673.214 kali dengan volume perdagangan saham sebanyak 22,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.955.

Dari 11 sektor saham, satu sektor saham teknologi melemah 0,54%. Sementara itu, sektor saham properti melambung 3,23%, dan catat kenaikan terbesar. Selain itu, sektor saham consumer siklikal menanjak 1,7% dan sektor saham keuangan bertambah 1,58%.

Di sisi lain, sektor saham energi menanjak 0,54%, sektor saham basic mendaki 1,19%, sektor saham industri menguat 0,60%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal melonjak 0,75%. Kemudian sektor saham kesehatan bertambah 1,32%, sektor saham infrastruktur menguat 0,45% dan sektor saham transportasi menanjak 0,30%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya