Liputan6.com, Jakarta - Harga XRP kembali menjadi perhatian komunitas kripto setelah seorang penggemar aset digital memprediksi token besutan Ripple itu akan menciptakan gelombang jutawan baru dalam waktu dekat. Meski demikian, prediksi tersebut memicu beragam tanggapan, mulai dari optimistis hingga skeptis.
Dikutip dari CoinMarketCap, Selasa (7/7/2026), pengguna media sosial X dengan akun Mira (@Mira01068) mengunggah prediksi yang langsung menarik perhatian komunitas XRP. Dalam unggahannya, Mira menyebut tekanan yang selama ini membebani harga XRP akan segera terlepas dan memicu lonjakan besar.
Advertisement
"XRP akan menciptakan gelombang baru jutawan dalam waktu dekat. XRP akan mengejutkan pasar. Kebanyakan orang belum siap. Tekanan telah terus menumpuk, dan ketika akhirnya terlepas, dampaknya akan sangat besar," tulis Mira.
Unggahan tersebut disertai video yang memperlihatkan pergerakan harga XRP dan langsung memicu diskusi di kalangan investor kripto.
Dari sisi pergerakan harga, XRP memulai Juni 2026 di kisaran US$ 1,30 per token. Namun, sepanjang bulan aset digital tersebut terus mengalami tekanan hingga ditutup di sekitar US$ 1,04, turun sekitar 20%.
Level tersebut menjadi harga terendah XRP sejak akhir 2024. Meski sempat mendekati level psikologis US$ 1, harga XRP masih mampu bertahan di atas batas tersebut.
Pelemahan harga XRP disebut bukan dipicu kabar negatif mengenai Ripple. Sebaliknya, jaringan Ripple justru mencatat sejumlah perkembangan positif. Namun, aksi jual besar-besaran di pasar kripto membuat harga Bitcoin ikut merosot dan menyeret XRP bersama aset digital utama lainnya.
XRP Hadapi Fase Penentuan
Prediksi Mira mendapat respons beragam dari komunitas XRP. Sebagian investor menilai optimisme tersebut terlalu berlebihan, sementara lainnya berharap XRP benar-benar mampu mencatat reli harga dalam waktu dekat.
Salah seorang pengguna media sosial berpendapat bahwa pihak yang paling diuntungkan dari unggahan seperti itu adalah investor awal atau mereka yang telah lebih dulu memperoleh token sebelum sentimen positif muncul.
Ada pula yang menilai sebagian besar informasi mengenai XRP di media sosial merupakan disinformasi berbayar. Menurutnya, investor sebaiknya memandang kripto sebagai teknologi perangkat lunak, bukan sekadar mata uang digital.
Di sisi lain, tidak sedikit anggota komunitas yang tetap optimistis. Beberapa pengguna menyebut momentum kenaikan harga XRP memang sudah lama dinantikan, bahkan ada yang bercanda harus menunggu puluhan tahun sebelum prediksi tersebut menjadi kenyataan.
Saat ini, XRP dinilai berada di titik krusial. Level US$ 1 masih menjadi area pertahanan utama, sedangkan US$ 1,30 menjadi level resistensi yang perlu ditembus agar aset digital tersebut keluar dari tren penurunan yang telah berlangsung sejak Juli 2025, ketika XRP sempat menyentuh US$ 3,65 per token.
Sejumlah indikator pasar juga mulai menunjukkan sinyal positif. Data terbaru memperlihatkan aliran dana ke produk exchange-traded fund (ETF) berbasis XRP mulai meningkat, sementara jumlah XRP yang tersimpan di bursa terus berkurang.
Kondisi tersebut dinilai mengindikasikan adanya akumulasi oleh investor.