WhatsApp Username Dinilai Rawan Penipuan dan Phishing

Dikhawatirkan penipuan terjadi dengan WhatsApp merilis fitur username. Simak di bawah ini untuk tahu bagaimana cara untuk mengamankan username kamu.

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 08 Juli 2026, 12:00 WIB
Cara download status whatsapp (Foto: Unsplash/@veryinformed.com)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah perencanaan bertahun-tahun, WhatsApp akhirnya merilis fitur username. Perilisan ini pun mulai memunculkan kekhawatiran soal penipuan. Pada awal minggu ini, Meta membuka sistem pemesanan untuk sekitar 3 miliar pengguna untuk mengamankan username unik.

Fitur ini, yang diperkirakan akan resmi meluncur tahun ini, membuatnya menjadi aplikasi yang mengutamakan username dan bukan nomor telepon seperti sejak peluncuran aplikasi ini pada 2009.

Meskipun demikian, nomor telepon akan tetap digunakan untuk menggunakan aplikasi ini, sebagaimana dikutip dari Inc., Rabu (8/7/2026).

Meta, perusahaan induk WhatsApp menggambarkan perubahan ini sebagai peningkatan, terutama bagi merek dan tokoh terkenal yang ingin mempertahankan konsistensi di berbagai platform.

Perusahaan juga menyebutkan bahwa fitur ini akan memberi manfaat keamanan, sebagaimana pengguna tidak perlu lagi membagikan nomor telepon mereka kepada orang lain.

Namun, terdapat kekhawatiran yang bermunculan mengenai penipu yang akan menyalahgunakan fitur tersebut atau bahkan mungkin sudah ada.

Tanggapan WhatsApp Terhadap Penipu

Anders Larsson, mantan eksekutif teknologi dan tokoh YouTube, via platform X bertanya kepada WhatsApp secara gamblang mengenai rencananya dalam menghadapi calon penipu yang akan menggunakan username tokoh terkenal (dengan merek dagang terdaftar) untuk menipu orang lain begitu fitur ini diluncurkan.

Akun resmi WhatsApp pun membalas postingan tersebut dengan mengatakan, “Nama tokoh terkenal hanya dimiliki pemilik asli yang dapat mengklaimnya sehingga sistem kami bisa mendeteksi dan menghapus potensi peniruan. Selain itu, kreator, bisnis kecil, dan organisasi bisa mengklaim username mereka yang sudah ada di Instagram atau Facebook ke WhatsApp.”

Dalam pernyataan WhatsApp kepada Inc., juru bicaranya menyatakan “Kami sudah menahan nama-nama terkenal seperti tokoh publik, lembaga pemerintah, selebriti, serta akun Meta yang terverifikasi. Dengan demikian, nama-nama tersebut hanya bisa diklaim oleh pemilik aslinya, dan nama-nama duplikat yang mirip dengan nama-nama terkenal juga ditahan, demi terhindar dari peniruan identitas.”

Terlepas dari itu, sudah ada tanda-tanda sistem ini menunjukkan kemungkinan adanya masalah.

Mantan CEO Binance, Changpeng Zhao, menulis di aplikasi X bahwa saat Selasa, 30 Juni 2026, dirinya tidak bisa mengamankan username @cz_binance, di mana ia sudah menggunakannya di X dan platform lain.

Didukung pengguna lainnya, yang mengklaim username mereka telah digunakan, serta oleh mereka yang menyatakan bahwa mereka sendiri telah mengklaim nama-nama terkenal.

Hal tersebut bukan hanya seorang yang mengantisipasi adanya potensi penyalahgunaan ini. Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India (MeitY), meminta WhatsApp untuk menghentikan sementara peluncuran fitur tersebut dan mengancam akan mengambil tindakan ketat.

MeitY mengklaim fitur tersebut kemungkinan besar akan “secara signifikan meningkatkan insiden penipuan online, phishing, penipuan penahanan digital, dan serangan peniruan identitas” melalui mekanisme yang sama dengan yang telah disoroti oleh Larsson.

Upaya WhatsApp Menjaga Keamanan Pengguna

Phishing merupakan taktik kejahatan siber yang sudah umum, di mana penjahat menyamar sebagai individu atau organisasi yang terkenal untuk memperoleh informasi sensitif dari korban, termasuk informasi mengenai kredensial akun dan kartu kredit.

Spoofing dapat membuat phishing menjadi lebih efektif. Praktik ini dilakukan penipu dengan menyamar sebagai orang dengan sumber terpercaya, biasanya meniru alamat email, username, nomor telepon, atau URL situs web yang sah. Demikian menurut FBI.

Terutama di India yang rentan akan kejahatan siber, di mana Meta mencatat dalam laporan ancaman tahun 2026 bahwa pengguna di negara itu merupakan target kedua yang paling sering diincar oleh sindikat penipuan kriminal, setelah pengguna di AS.

Dilaporkan Reuters, India merupakan market terbesar WhatsApp, terdapat 500 juta pengguna. Musim panas lalu, Meta mengumumkan telah menghapus 6,8 juta akun WhatsApp yang terhubung dengan penipuan dan kecurangan secara global.

Menanggapi kekhawatiran yang diungkapkan oleh MeitY dan lainnya, Meta memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai fitur keamanan yang dilaporkan terkait fitur tersebut.

 

Kunci Keamanan

Inc. melaporkan seiring dengan peluncuran username, WhatsApp berencana menghadirkan kunci keamanan empat digit, sebuah fitur opsional yang jika digunakan mengharuskan pengguna untuk mengetahui kunci keamanan kontak pemilik sebelum mengirim pesan kepada mereka untuk pertama kalinya.

Selain itu, menurut juru bicara WhatsApp, Meta berencana untuk memberikan limit pada jumlah akun yang dapat dihubungi oleh satu akun, memblokir upaya berulang untuk menebak kunci username orang lain, serta memblokir akun yang menunjukkan tanda-tanda penyalahgunaan, di antara langkah-langkah lainnya.

Untuk mengamankan username kamu, buka WhatsApp, kemudian klik pada ikon “Anda” atau “You” pada pojok kanan bawah. Geser ke bawah untuk menemukan “Akun” atau “Account,” lalu “Nama pengguna” atau “Username” untuk melihat opsi yang tersedia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya