Pramono Instruksikan Segera Tuntaskan Jalan Ambles di Pulo Gadung

Pramono Anung memerintahkan jajarannya mempercepat penanganan jalan ambles agar kerusakan tidak semakin meluas.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 07 Juli 2026, 11:28 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jalan ambles di Pulo Gadung segera diperbaiki. (Liputan6.com/ Winda Nelfira).

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajarannya segera menuntaskan perbaikan jalan ambles di Pulo Gadung, Jakarta Timur (Jaktim).

Pramono mengatakan lokasi  jalan ambles tersebut sebelumnya dikerjakan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA). Menurut dia, perbaikan yang dilakukan mencakup pemasangan bronjong, yakni struktur anyaman kawat berisi batu yang berfungsi menahan pergerakan tanah dan mencegah kerusakan semakin meluas.

"Yang (jalan ambles) di Pulo Gadung saya sudah memerintahkan, itu kan dulu Sumber Daya Air (SDA) yang mengerjakan. Kemudian memang ambles dan bronjongannya sudah kita minta untuk segera dilakukan," kata Pramono usai meresmikan Shelter Grab Indonesia Thamrin-Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Ia menegaskan telah meminta Dinas SDA segera menuntaskan perbaikan, dengan melibatkan Dinas Bina Marga agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu.

"Kemarin saya sudah minta kepada SDA untuk segera menyelesaikan termasuk kerja sama dengan Bina Marga," ujarnya.

Dugaan Warga

Jalan di Pulo Gadung amblas. (Liputan6.com/ Devira Prastiwi)

Sebelumnya, Amir, warga di Jalan Kayu Mas Utara Rt 011/Rw 03 Pulo Gadung, Jakarta Timur (Jaktim) menceritakan awal mula dugaan jalan ambles yang berada tepat di depan rumahnya.

Menurut dia, awalnya diduga dikarenakan adanya alat berat (beko) berukuran besar atau alat berat untuk pengerukan kali. Sebelum ambles, kata Amir, sempat terjadi retakan-retakan terlebih dahulu.

Kejadiannya itu waktu itu ada pengurukan kali. Pengurukan kali itu ada beko, beko ukuran XL itu. Jadi pas beberapa bulan dia disini, terjadi retak-retak kecil," ujar Amir kepada Liputan6.com, Senin 6 Juli 2026.

Dia mengatakan, beko tersebut datang sebelum Ramadan sekitar bulan Februari atau Maret 2026.

"Sebelum puasa dia (beko) udah datang. Sampai puasa itu udah mulai retak, terus sama pak RW itu disuruh berhenti gitu, jangan kerja lagi," kata Amir.

Beko pun akhirnya tak lagi beroperasi untuk mengeruk kali dan digantikan dengan alat berat yang lebih kecil. Kemudian, lanjut Amir, usai beko tak lagi beroperasi, jalan yang retak itu ambles.

"Setelah (beko) pergi, jalan itu udah mulai retak. Nah beberapa hari itu hujan, terus tiba-tiba ambruk sendiri gitu, pas banget habis Lebaran," ucap dia.

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya