Bangunan Ambruk di India, 6 Orang Tewas

Cuaca buruk membuat aktivitas di Mumbai terganggu, sementara hujan lebat diperkirakan masih berlanjut.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 07 Juli 2026, 10:27 WIB
Simak penjelasan terkait TMC yang kerap dilakukan di Indonesia saat cuaca sedang ekstrem. (unsplash.com/Anna Atkins)

Liputan6.com, New Delhi - Enam orang, termasuk lima anak-anak, tewas setelah sebuah bangunan ambruk di Mumbai. Sejumlah pejabat menyampaikan kabar itu pada Senin (6/7/2026), saat hujan monsun mengguyur pusat keuangan India tersebut, membanjiri jalan-jalan, dan membuat sekolah ditutup.

"Bangunan tempat tinggal yang sudah reyot itu ambruk pada Minggu (5/7) di wilayah timur Mumbai. Sejumlah penghuni tertimbun di bawah puing-puing," kata Wali Kota Mumbai Ritu Tawde seperti dilaporkan CNA.

Korban tewas terjadi saat hujan deras melumpuhkan sebagian wilayah kota. Departemen Meteorologi India mencatat curah hujan lebih dari 200 mm dalam 24 jam.

Ratusan juta orang di India bergantung pada angin monsun tahunan. Hujan yang dibawanya penting untuk menopang sektor pertanian dan industri.

Namun, perubahan iklim telah menggeser pola cuaca dan membuat negara berpenduduk terbanyak di dunia itu semakin panas. Fenomena El Nino tahun ini juga memicu peringatan soal kemungkinan curah hujan yang lebih rendah.

Badan cuaca India mengeluarkan peringatan siaga merah untuk Mumbai pada Senin. Hujan lebat dan angin kencang diperkirakan masih akan berlanjut.

Karena banyak jalan tergenang banjir, otoritas Mumbai menetapkan Senin sebagai hari libur bagi seluruh sekolah dan perguruan tinggi.

Tawde mengimbau warga tetap berada di dalam rumah jika memungkinkan. Ia memperingatkan pula risiko pohon dan dahan tumbang akibat angin kencang.

Hujan deras di Mumbai terjadi setelah kota itu dilanda panas menyengat selama berminggu-minggu. Bulan lalu, otoritas setempat memberlakukan pembatasan penggunaan air dan memangkas pasokan ke kolam renang serta lokasi konstruksi.

Kota berpenduduk lebih dari 20 juta orang itu juga menghadapi kekhawatiran soal tekanan terhadap sumber daya air seiring perluasan infrastruktur pusat data, yang membutuhkan sistem pendingin dalam jumlah besar dan dapat memperburuk pasokan air.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya