Pinisi Terbakar di Perairan Bulukumba, Kerugian Capai Rp 10 Miliar

Kapal pinisi bernama KLM Mutiara Prasana Nusantara terbakar di perairan Kabupaten Bulukumba, Sulsel.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 07 Juli 2026, 10:23 WIB
Kapal pinisi bernama KLM Mutiara Prasana Nusantara terbakar di perairan Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Senin (6/7/2026). (Liputam6.com/ Dok Humas Polsek Bonto Bahari)

Liputan6.com, Bulukumba - Kapal pinisi bernama KLM Mutiara Prasana Nusantara terbakar di perairan Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Senin (6/7/2026) kemarin. Polsek Bonto Bahari menyebut kerugian akibat peristiwa itu menyebabkan kerugian mencapai Rp10 miliar.  

"Penyebab kebakaran masih diselidiki. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Kerugian diperkirakan mencapai Rp10 miliar," ujar Kapolsek Bonto Bahari AKP Kasman.

Kasman menjelaskan, kebakaran terjadi di sekitar pesisir Pantai Tanah Lemo, Kecamatan Bonto Bahari, Senin sekitar pukul 07.45 Wita. Dugaan sementara, api pertama kali muncul dari anjungan ruang kemudi kapal.

Menurut Kasman, pemilik kapal, Japar Sidiq Ali, mengetahui kapalnya terbakar setelah menerima laporan dari anak buah kapal (ABK) bernama Niko. Seluruh ABK sempat berupaya memadamkan api, tetapi kobaran api terus membesar.

"Saat terbakar ABK masih di atas perahu berusaha memadamkan api, tapi semakin membesar dan tidak bisa dikendalikan. Selanjutnya, mereka berusaha meninggalkan kapal untuk menyelamatkan diri. Alhamdulillah, mereka selamat dan naik ke daratan," ujarnya.

Dua ABK yang menjadi saksi, yakni Niko asal Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan Muhammad Jundi asal Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, dipastikan selamat dalam kejadian tersebut.

Saat proses evakuasi berlangsung, api masih membakar sebagian badan kapal hingga akhirnya berhasil dipadamkan. Beruntung, tidak ada korban dalam insiden itu, namun kapal naas kapal tersebut sudah hangus sebagian. Kapal kemudian dievakuasi ke tepi pantai untuk menjalani perbaikan.

Polisi memperkirakan kerugian material akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp10 miliar. Penyidik masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya