Jakarta Dessert Week 2026 Ajak Pelaku Kuliner Ciptakan Kreasi Bertema Dangdut

Dangdut menjadi tema utama Jakarta Dessert Week 2026. Panitia tidak hanya mengajak pelaku kuliner, tetapi subsektor ekraf lainnya untuk turut berkolaborasi.

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 07 Juli 2026, 06:00 WIB
Salah satu tenant menghadirkan kreasi dessert di Jakarta Dessert Week (JDW). (dok. JDW)

Liputan6.com, Jakarta - Dangdut, 'music of my country', resmi diangkat sebagai tema utama Jakarta Dessert Week 2026 yang akan berlangsung pada 24 Agustus hingga 13 September 2026. Tema itu dipilih sebagai representasi semangat Jakarta yang dinamis, inklusif, penuh warna, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Melalui tema tersebut, Jakarta Dessert Week (JDW) ingin menunjukkan bahwa inspirasi kuliner tidak hanya dari bahan makanan, tetapi juga musik, seni, budaya, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Para pastry chef, dessert artisan, baker, restoran, hotel, hingga pelaku industri kreatif diajak untuk menerjemahkan semangat dangdut ke dalam karya kuliner yang inovatif, ekspresif, dan relevan dengan generasi masa kini.

"Dangdut adalah simbol budaya populer Indonesia yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat, melampaui batas generasi, kelas sosial, maupun latar belakang. Sama seperti dessert, dangdut menghadirkan kebahagiaan, membangun kebersamaan, dan menjadi bahasa universal yang dapat dinikmati semua orang," demikian pernyataan resmi JDW.

Itu juga menjadi bagian dari komitmen JDW untuk terus mendorong kolaborasi antar-subsektor ekonomi kreatif (ekraf). Menurut JDW, kuliner tidak bisa berdiri sendiri, tetapi berperan sebagai 'titik temu' berbagai bidang ekraf, seperti musik, desain, seni rupa, ilustrasi, fotografi, film, fesyen, arsitektur, hingga storytelling.

"Ketika berbagai disiplin tersebut saling berkolaborasi, lahirlah pengalaman budaya yang lebih kaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para pelaku industri kreatif," sambung mereka.

4 Program Utama JDW

Ragam kreasi dessert di Jakarta Dessert Week (JDW). (dok. JDW)

Pada penyelenggaraan tahun ini, JDW kembali menghadirkan empat program utama yang menjadi pilar festival. Industry and Media Gathering menjadi pembukaan resmi Jakarta Dessert Week sekaligus momentum peluncuran berbagai kreasi dessert edisi khusus dari para peserta festival kepada media, opinion leaders, dan pelaku industri.

City Takeover menghadirkan kolaborasi bersama puluhan restoran, hotel, bakery, pastry shop, dan dessert café di berbagai wilayah Jakarta yang menyajikan menu menu eksklusif selama periode festival berlangsung. Berikutnya, Dessert Markt menjadi festival publik yang mempertemukan artisan dessert, UMKM, merek lokal, komunitas kreatif, dan pengunjung dalam satu ruang yang merayakan kreativitas, eksplorasi rasa, dan pengalaman kuliner.

Terakhir, Golden Swirl Awards 2026 kembali memberikan apresiasi kepada pastry chef, dessert artisan, bakery, hotel, restoran, dan pelaku industri yang memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan dunia pastry dan dessert Indonesia.

 

 

Bangun Soft Power Lewat Kuliner

Ragam dessert di Jakarta Dessert Week (JDW). (dok. JDW)

JDW yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara selama beberapa tahun terakhir bertekad untuk membangun soft power Indonesia melalui pengalaman budaya yang autentik. Hal ini dilandasi fakta bahwa makanan telah berkembang menjadi salah satu instrumen diplomasi budaya yang efektif di berbagai belahan dunia.

Kuliner tidak lagi hanya dipandang sebagai produk konsumsi, melainkan sebagai medium untuk memperkenalkan identitas, nilai, kreativitas, dan karakter sebuah bangsa kepada dunia. Dalam konteks tersebut, tema Dangdut menjadi simbol bagaimana budaya populer Indonesia dapat menginspirasi inovasi kuliner sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang kreatif, inklusif, dan kaya akan identitas budaya.

"Melalui setiap kolaborasi, setiap kreasi dessert, dan setiap pengalaman festival, Jakarta Dessert Week berharap dapat memberikan kontribusi, sekecil apa pun, dalam memperkuat posisi budaya Indonesia sebagai bagian dari soft power bangsa," kata JDW.

 

Bagian dari GADO GADO Cultural Network

Keramaian di Jakarta Dessert Week. (dok. JDW)

JDW merupakan bagian dari GADO GADO Cultural Network, sebuah gerakan kolaboratif yang diinisiasi bersama KADIN Indonesia dan berbagai platform budaya nasional untuk memperkuat ekosistem industri kreatif Indonesia melalui kolaborasi lintas disiplin. GADO GADO hadir dengan keyakinan bahwa budaya merupakan aset strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung global.

Terinspirasi dari filosofi hidangan khas Indonesia yang memadukan beragam unsur menjadi satu kesatuan yang harmonis, GADO GADO menjadi simbol keberagaman, gotong royong, dan kolaborasi. Semangat tersebut diwujudkan melalui jejaring berbagai platform kreatif nasional yang bersama sama membangun narasi baru tentang Indonesia melalui budaya, kreativitas, dan inovasi.

Bersama Brightspot Market, IdeaFest, Jakarta Fashion Week, ICAD, ADGI Design Week, CAKRA, Dewan Kuliner Indonesia, dan berbagai inisiatif kreatif lainnya, JDW menjadi bagian dari ekosistem yang menunjukkan bahwa kuliner bukan sekadar makanan, melainkan ekspresi budaya, identitas bangsa, serta penggerak ekonomi kreatif Indonesia agar lebih berdaya saing global.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya