Target Realistis Arema FC di Piala Presiden 2026

Arema FC membidik kesiapan tim sebagai target utama di Piala Presiden 2026

oleh Asad ArifinDiterbitkan 06 Juli 2026, 23:01 WIB
Selebrasi pemain Arema FC saat merayakan gol Joel Vinicius yang membawa Singo Edan unggul atas PSIM Yogyakarta dalam laga pekan terakhir BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, Jumat (22/5/2026) sore WIB. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Liputan6.com, Jakarta - Arema FC akan memulai perjalanan musim 2026/2027 dengan ambil bagian dalam Piala Presiden 2026. Turnamen pramusim yang berlangsung pada 25 Juli hingga 6 Agustus itu menjadi tahap awal bagi Singo Edan untuk menguji kesiapan menghadapi kompetisi resmi.

Hasil undian menempatkan Arema FC di Grup A bersama Persib Bandung, Tampines Rovers dari Singapura, dan DPMM FC asal Brunei Darussalam. Seluruh pertandingan grup tersebut akan dimainkan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Bagi Arema FC, Piala Presiden bukan sekadar ajang berburu prestasi. Turnamen ini dipandang sebagai kesempatan penting untuk mematangkan komposisi tim, memperkuat chemistry pemain, dan mengevaluasi penerapan strategi yang telah disiapkan selama masa pramusim.

Meski demikian, Singo Edan tetap membawa ambisi untuk tampil maksimal di setiap pertandingan. Mental kompetitif tetap menjadi identitas Arema FC, meski target utama klub pada turnamen ini lebih berorientasi pada kesiapan menghadapi musim 2026/2027.


Piala Presiden Jadi Tolok Ukur Kesiapan Arema FC

Ketua OC Piala Presiden Tsamara Amany, (kiri) Kiper Persebaya Ernando Ari Sutaryadi (keempat kiri) Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kelima kiri), Direktur Emtek Media Harsiwi Achmad (keenam kiri) dan para pemain tim saat press conference Piala Presiden 2026 di Studio Lantai 8 SCTV Tower - Senayan City, Jakarta, Senin (06/07/2026). (Merdeka.com/ Arie Basuki)

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa Piala Presiden memiliki peran penting dalam proses pembentukan tim. Menurutnya, turnamen pramusim menjadi sarana ideal bagi tim pelatih untuk mengukur perkembangan skuad secara menyeluruh.

"Misinya sama seperti turnamen pramusim yang lain. Kalau kami bisa juara, tentu itu menjadi bonus. Tetapi tujuan utama kami adalah melihat kesiapan tim sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi," ujar Yusrinal.

Arema FC juga memastikan seluruh pemain akan dibawa ke Bandung selama fase grup berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar tim pelatih memperoleh gambaran lengkap mengenai kondisi setiap pemain sebelum kompetisi resmi dimulai.

Setiap pertandingan akan dimanfaatkan untuk mengevaluasi performa individu maupun kolektif. Selain itu, laga-laga di Piala Presiden menjadi kesempatan memperkuat kerja sama antarpemain sekaligus menguji efektivitas strategi yang telah dipersiapkan selama pramusim.


Tetap Kompetitif Meski Fokus Bangun Fondasi Tim

Sebelum pertandingan dimulai, saat sesi foto tim, para pemain Arema membawa sebuah jersey bertuliskan P. Oliveira dengan nomor punggung 32. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Walau tidak menjadikan gelar juara sebagai target utama, Arema FC memastikan tidak akan menganggap enteng setiap pertandingan. Singo Edan tetap ingin mempertahankan karakter permainan penuh determinasi yang selama ini menjadi identitas klub.

Piala Presiden 2026 juga diyakini menjadi momen penting untuk mengembalikan ritme bertanding para pemain setelah menjalani masa persiapan. Intensitas pertandingan melawan lawan-lawan berkualitas diharapkan mempercepat proses adaptasi skuad menghadapi musim baru.

Yusrinal menegaskan bahwa semangat juang Arema FC tidak akan berubah meski fokus utama berada pada proses pembentukan tim.

"Semangat juang dan karakter khas Singo Edan akan terus menjadi identitas tim dalam setiap laga, sembari membangun fondasi yang kuat untuk mengarungi musim 2026/2027," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya