Ketika Jude Bellingham Menjadi Napas Inggris

Jude Bellingham membawa Inggris menyingkirkan Meksiko lewat dua gol penting dan mengukuhkan diri sebagai sosok paling menentukan di Piala Dunia 2026.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 06 Juli 2026, 16:00 WIB
Pemain Meksiko Erik Lira berebut bola dengan pemain Inggris Jude Bellingham selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Meksiko dan Inggris di Mexico City, Minggu, 5 Juli 2026. (AP Photo/Silvia Izquierdo)

Liputan6.com, Jakarta - Jude Bellingham kembali menunjukkan alasan mengapa ia menjadi wajah baru sepak bola Inggris. Di tengah atmosfer panas Estadio Azteca dan tekanan puluhan ribu pendukung tuan rumah, gelandang berusia 23 tahun itu tampil sebagai pembeda ketika The Three Lions menaklukkan Meksiko 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Pertandingan itu tidak hanya menghadirkan drama selama 90 menit, tetapi juga memperlihatkan bagaimana satu pemain mampu mengubah arah laga dalam waktu singkat. Saat Inggris belum benar-benar menguasai permainan, Jude Bellingham hadir dengan ketenangan yang mematahkan semangat Meksiko.

Dua gol dalam rentang dua menit menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan. Inggris akhirnya lolos ke perempat final dan menjaga ambisi merebut gelar dunia tetap hidup, sementara Bellingham kembali mempertegas statusnya sebagai pemain yang selalu muncul pada momen paling penting.


Bellingham Mengubah Jalannya Pertandingan

Pemain Inggris Jude Bellingham mencetak gol pertama timnya selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Meksiko dan Inggris di Mexico City, Minggu, 5 Juli 2026. (AP Photo/Ricardo Mazalan)

Meksiko mengawali laga dengan lebih percaya diri dan menguasai penguasaan bola di depan publik sendiri. Inggris sempat kesulitan menemukan ritme sebelum Jude Bellingham mengambil alih panggung pertandingan.

Gol pertama lahir melalui sundulan tajam setelah memanfaatkan umpan Bukayo Saka. Belum sempat Meksiko bangkit dari keterkejutan, Bellingham kembali menghukum kesalahan lawan lewat penyelesaian tenang setelah menerima umpan Harry Kane.

Dalam hitungan dua menit, stadion yang semula bergemuruh mendadak terdiam. Momentum yang sebelumnya berada di tangan Meksiko berpindah sepenuhnya kepada Inggris berkat efektivitas Bellingham di depan gawang.

Meksiko memang mampu memperkecil ketertinggalan melalui Julian Quinones sebelum turun minum. Namun, dua gol Bellingham sudah memberi Inggris fondasi yang kemudian menjadi penentu hasil akhir pertandingan.


Lebih dari Sekadar Dua Gol

Pemain Inggris Jude Bellingham melakukan selebrasi setelah mencetak gol pertama mereka selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Meksiko dan Inggris di Mexico City, Minggu, 5 Juli 2026. (AP Photo/Ricardo Mazalan)

Babak kedua menjadi ujian sesungguhnya bagi Inggris setelah Jarell Quansah menerima kartu merah pada menit ke-54. Bermain dengan sepuluh orang membuat tekanan terus berdatangan, tetapi keunggulan yang dibangun sejak awal membuat Inggris tetap memiliki ruang untuk bertahan.

Harry Kane menambah keunggulan lewat penalti sebelum Raul Jimenez kembali membuka harapan Meksiko dari titik putih. Hingga peluit akhir berbunyi, Inggris bertahan dari gempuran tanpa henti dan memastikan langkah menuju perempat final untuk menghadapi Norwegia.

Di balik ketangguhan Inggris menjaga keunggulan, jejak Jude Bellingham tetap menjadi cerita terbesar malam itu. Dua golnya bukan sekadar menambah koleksi pribadi, melainkan menjadi fondasi kemenangan yang tidak mampu dihapus oleh tekanan tuan rumah maupun situasi bermain dengan sepuluh pemain.

Penampilan tersebut juga melahirkan catatan bersejarah bagi Bellingham. Pada usia 23 tahun enam hari, ia menjadi pemain termuda yang mencapai 10 penampilan di Piala Dunia, memecahkan rekor Mario Kempes yang bertahan sejak 1978.

Penghargaan Man of the Match menjadi pelengkap malam istimewa itu. Namun, nilai terbesar dari penampilan Jude Bellingham terletak pada kemampuannya mengangkat permainan Inggris ketika tim paling membutuhkannya, sebuah kualitas yang membuat harapan juara The Three Lions semakin nyata.

Sumber: FIFA

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya