Bos CYBR Beli 7,79 Juta Saham

Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) Patrick Rudolf Dannacher kini memiliki 41,09 juta saham CYBR.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 06 Juli 2026, 13:17 WIB
Pekerja beraktivitas di BEI. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) Patrick Rudolf Dannacher, melakukan aksi pembelian saham perseroan secara bertahap pada periode 29 Juni hingga 2 Juli 2026. Total saham yang dibeli mencapai 7.786.000 lembar dengan tujuan investasi.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Senin (6/7/2026) aksi pembelian tersebut meningkatkan kepemilikan Patrick Rudolf Dannacher dari 33.306.700 saham atau setara 0,246% menjadi 41.092.700 saham atau 0,304% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Transaksi pembelian dilakukan melalui pasar reguler tanpa skema repurchase agreement (repo) dan seluruh saham dimiliki secara langsung.

Pembelian berlangsung dalam sejumlah transaksi pada 29 Juni, 30 Juni, 1 Juli, hingga 2 Juli 2026. Harga pembelian bervariasi di kisaran Rp 585 hingga Rp 640 per saham.

Pada 29 Juni 2026, Patrick membeli saham pada harga Rp 630-Rp 640 per saham. Sementara pada 30 Juni, transaksi dilakukan pada rentang harga Rp 585-Rp 615 per saham.

Selanjutnya, pada 1 Juli 2026 pembelian kembali dilakukan pada harga Rp 610-Rp 625 per saham, sedangkan pada 2 Juli 2026 transaksi berlangsung pada harga Rp 605-Rp 625 per saham. Seluruh transaksi tersebut dicatat dengan tujuan investasi, sebagaimana tercantum dalam laporan keterbukaan informasi perseroan.

Berdasarkan data RTI, pada sesi pertama, harga saham CYBR menguat 0,83% menjadi Rp 605 per saham. Harga saham CYBR dibuka naik 35 poin menjadi Rp 635 per saham. Saham CYBR berada di level tertinggi Rp 635 dan terendah Rp 595 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.709 kali dengan volume perdagangan saham 62.563 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,8 miliar.

 

 

 

Gelar Stock Split

Pekerja berbincang di dekat layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) akan melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split. Aksi korporasi ini dilakukan perseroan seiring harga saham yang sudah relatif tinggi.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/3/2026), PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) akan melakukan stock split saham dengan rasio stock split 1:2. Seiring stock split itu,jumlah saham setelah stock split mencapai 13.427.423.080 saham dari sebelumnya 6.713.711.540. Adapun nilai nominal saham setelah stock split menjadi Rp 12,50 per saham dari sebelumnya Rp 25 per saham.

Perseroan mengungkapkan alasan stock split ini seiring harga saham perseroan relatif tinggi. Kondisi ini menyebabkan nilai pembelian untuk satu lot saham perseroan hanya terjangkau oleh sebagian kecil investor sehingga berdampak pada keterbatasan  likuiditas perdagangan saham perseroan.

 

Pelaksanaan Stock Split

Perseroan berharap pelaksanaan stock split ini memberikan manfaat antara lain:

1.Meningkatkan jumlah lembar saham perseroan yang beredar, sekaligus menjadikan harga per lembar saham perseroan lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor.

2.Menjangkau basis investor yang lebih luas, sehingga dapat menambah jumlah pemegang saham perseroan dan memperkuat struktur kepemilikan saham perseroan.

3.Mendorong peningkatan volume perdagangan saham perseroan, sehingga likuiditas saham perseroan di pasar dapat menjadi lebih baik, dan

4.Menciptakan persepsi yang lebih positif terhadap prospek dan kinerja perseroan serta mendukung pertumbuhan nilai perseroan.

Perseroan menyatakan, pelaksanaan stock split tidak akan mengubah hak atau nilai kepemilikan saham yang dimiliki oleh pemegang saham.

“Jumlah dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional sesuai rasio stock split, sehingga tetap mencerminkan nilai ekonomi yang setara sebelum stock split,” demikian seperti dikutip.

Selain itu, perseroan menyatakan struktur kepemilikan saham tetap terjaga, sementara harga per saham menjadi lebih terjangkau.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya