Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau (GAK) sampai hari ini, Senin (6/7/2026), masih berada pada status Siaga (Level III).

oleh Ahmad ApriyonoDiterbitkan 06 Juli 2026, 08:40 WIB
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Banten. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Anak Krakatau (GAK) sampai hari ini, Senin (6/7/2026), masih berada pada status Siaga (Level III). Masyarakat maupun kapal, terutama nelayan, masih dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), menurut hasil pemantauan sepanjang Senin (6/7/2026), peiode pukul 00.00-06.00 WIB pagi tadi, Gunung Anak Krakatau terpantau mengalami 4 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 7-10 detik, lalu 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-4 mm, dominan 1 mm.

Kapus PVMBG Rita saat dihubungi tim Regional Liputan6.com, Senin (6/7/2026) mengatakan, secara umum pihaknya mencatat aktivitas Gunung Anak Krakatau belum menurun, sehingga masih ditetapkan di level III (Siaga).

"Aktivitas Gunung Anak Krakatau hari ini terekam tremor menerus yang mengindikasikan terjadinya fluida yang keluar menuju permukaan. Meskipun belum ada lagi suplai magma yang terdeteksi, namun aktivitas Gunung Anak Krakatau masih belum stabil dan dapat berpotensi erupsi kembali," katanya.

Sebelumnya, Petugas Pos Pengamatan GAK PVMBG, Deny Mardiono, Minggu (5/7/2026) menyebutkan, berdasarkan alat perekam di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, aktivitas gempa tremor masih terus terekam.

"Potensi erupsi masih ada. Pelaporan akan tetap kita teruskan ke masyarakat, baik itu dari grup maupun dari portal dari vulkanologi ataupun badan geologi," katanya.

Meski demikian, kawasan wisata di sepanjang Anyer hingga Carita dipastikan masih dalam kondisi aman. Pasalnya, jarak Gunung Anak Krakatau dengan kawasan Anyer mencapai sekitar 42 kilometer, jauh di luar radius larangan beraktivitas.

Kepulan asap juga masih terlihat keluar dari puncak Gunung Anak Krakatau dengan ketinggian sekitar 5 hingga 10 meter. Sementara arah sebaran asap bergantung pada kondisi angin.

"Untuk Pantai Anyer, Cinangka, Carita dan sekitarnya itu kurang lebih jauhnya 42 kilo meter. Jadi, untuk material vulkaniknya pun tidak akan sampai ke Anyer dan Carita, hanya ditubuhnya anak Krakatau," jelasnya.

Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga diminta terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui saluran resmi, seperti portal berita resmi yang terverifikasi. 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya