'Dark Arts' Paraguay Tak Mampu Hentikan Prancis

Les Bleus sukses melewati permainan keras dan kotor Paraguay untuk lolos ke perempat final.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 05 Juli 2026, 21:05 WIB
Pemain Praguay Junior Alonso berebut bola dengan pemain Prancis Rayan Cherki saat pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia di Philadelphia, Sabtu (04/07/2026). (AP Photo/Matt Slocum)

Liputan6.com, Jakarta - Prancis kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2026. Les Bleus memastikan tempat di perempat final setelah menundukkan Paraguay dengan skor tipis 1-0 pada babak 32 besar.

Kemenangan tersebut tidak diraih dengan cara mudah. Setelah tampil dominan pada fase sebelumnya, tim asuhan Didier Deschamps dipaksa menghadapi pertandingan yang lebih mengandalkan duel fisik, provokasi, dan permainan keras dari lawan.

Paraguay datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan Jerman melalui adu penalti. Namun, wakil Amerika Selatan itu juga memperlihatkan sisi lain permainan mereka yang memicu sorotan sepanjang pertandingan.

Meski terus mendapat tekanan secara fisik maupun mental, Prancis tetap mampu menjaga fokus. Gol penalti Kylian Mbappe akhirnya menjadi pembeda yang membawa Les Bleus melangkah ke perempat final untuk menghadapi Maroko.


Paraguay Tampil Keras, Wasit Jadi Sorotan

Pemain Prancis Michael Olise berebut bola dengan pemain Paraguay Diego Gomez dan Andres Cubas saat pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia di Philadelphia, Sabtu (04/07/2026). (AP Photo/Matt Rourke)

Sejak awal pertandingan, Paraguay berusaha memutus ritme permainan Prancis dengan pendekatan yang agresif. Sejumlah pelanggaran keras terjadi, tetapi tidak semuanya mendapat hukuman dari wasit Ilgiz Tantashev.

Andres Cubas lolos dari kartu kuning setelah melanggar Adrien Rabiot. Juan Jose Caceres juga tidak mendapat sanksi meski menendang Kylian Mbappe. Gabriel Avalos sempat menyikut perut Dayot Upamecano ketika Paraguay berusaha mengejar ketertinggalan.

Ironisnya, justru tiga pemain Prancis, yakni Manu Kone, Bradley Barcola, dan Michael Olise, menerima kartu kuning. Sebaliknya, tidak ada satu pun pemain Paraguay yang mendapat kartu sepanjang pertandingan meski beberapa pelanggaran mereka menuai protes.

"Sungguh memalukan melihatnya. Paraguay lebih baik dari itu. Secara defensif mereka sangat bagus dan mereka tidak perlu melakukan tingkah laku seperti itu," kata mantan bek Inggris Micah Richards kepada BBC Sport.


Cara 'Kotor' Paraguay Gagal Hentikan Prancis

Striker Prancis Kylian Mbappe merayakan gol ke gawang Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026 (AFP)

Momen penentu hadir sekitar 20 menit sebelum pertandingan berakhir. Diego Gomez menjatuhkan Desire Doue di dalam kotak penalti hingga memaksa wasit meninjau ulang insiden tersebut melalui monitor VAR sebelum akhirnya menunjuk titik putih.

Keputusan itu kembali memicu reaksi para pemain Paraguay. Mereka mengerumuni wasit dalam upaya memperlambat eksekusi penalti, bahkan Gustavo Velazquez sempat mencoba merusak titik penalti sebelum Kylian Mbappe menjalankan tugasnya.

Mbappe tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Penyerang Prancis itu mencetak gol ketujuhnya di Piala Dunia 2026 dan menyamai koleksi gol Lionel Messi dalam daftar top skor sementara turnamen.

"Paraguay mencoba memprovokasi para pemain Prancis, sedikit dorongan dan desakan tetapi tidak cukup untuk mendapatkan kartu kuning," kata mantan pemain Skotlandia, Pat Nevin, kepada BBC Sport.

"Semua 'dark arts' yang bisa digunakan," tegasnya.

Sumber: BBC Sport

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya