Polisi Katingan yang Ditemukan Meninggal Bertambah Jadi 3 Orang

Operasi penindakan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalteng, berubah jadi mencekam saat ada perlawanan massa bersenjata tajam.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 05 Juli 2026, 12:44 WIB
Sungai Katingan TKP ditemukannya jenazah anggota polisi yang gugur dalam operasi kasus narkoba. (Liputan6.com/ Dok Humas Polda Kalteng)

Liputan6.com, Katingan - Jumlah anggota Polri yang gugur dalam operasi penindakan kasus narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, bertambah menjadi tiga orang. Aiptu Sumaryanto yang sebelumnya dinyatakan hilang akhirnya ditemukan meninggal dunia pada hari ini Minggu (5/7/2026).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan, jenazah Aiptu Sumaryanto ditemukan dalam pencarian yang dilakukan tim gabungan sejak pukul 06.00 WIB.

Tim pencarian melibatkan personel Polda Kalimantan Tengah, Polairud, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, dan masyarakat.

Pencarian dilakukan menggunakan tiga perahu karet dan delapan kapal ces kecil dengan menyusuri sungai, hutan di tepi sungai, hingga diperluas ke Pasar Desa Samba, Kecamatan Katingan Tengah.

"Pukul 08.42 WIB, didapatkan informasi dari Babinsa Rantau Asem atas nama Kopda Imam bahwasanya ada mayat di Sungai Desa Rantau Asem (sekitar 4 km dari TKP Desa Tumbang Kalemei), kemudian Babinsa memberitahukan tim pencarian dan tim menuju ke lokasi," kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).

Tim kemudian menuju lokasi. Hasilnya dipastikan jenazah tersebut adalah Aiptu Sumaryanto. Penemuan itu selanjutnya dikonfirmasi pada pukul 09.30 WIB.

Jenazah Aiptu Sumaryanto kemudian diberangkatkan menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya pada pukul 09.45 WIB.

"Pukul 09.45 WIB, mayat tersebut dikirimkan dengan ambulance ke RS Bhayangkara - Palangkaraya," ujar dia.

Sebelumnya Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Bripda Nopandri Ramadhana yang sempat dinyatakan hilang kemudian ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (4/7/2026) di DAS Katingan, seberang Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah.

 

Operasi Kasus Narkoba

Peristiwa itu bermula saat operasi penindakan narkoba yang berlangsung sejak Rabu (1/7/2026) malam hingga Kamis (2/7/2026) dini hari. Operasi dilakukan setelah polisi menerima informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Hasil penyelidikan mengarah kepada target operasi berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel diterjunkan dan dibagi ke dalam dua tim untuk melakukan penindakan.

Saat target berhasil diamankan, situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah bersama warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan parang.

"Massa kemudian bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan," kata Eko.

Akibat serangan tersebut, sejumlah personel berupaya menyelamatkan diri dengan berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan sambil menunggu bantuan.

Dalam insiden itu, Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam.

Bripda Nopandri Ramadhana yang sempat dinyatakan hilang kemudian ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (4/7/2026) di DAS Katingan, seberang Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya