Isu PHK Tokopedia dan TikTok, Said Iqbal Akan Investigasi

Terkait isu PHK massal Tokopedia dan Tiktok, Said Iqbal mengaku sedang mengatur waktu untuk bertemu langsung dengan para pekerja maupun pihak perusahaan.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 05 Juli 2026, 09:09 WIB
Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal di Kantor Danantara, Rabu (1/7/2026). (Liputan6.com/Christian)

Liputan6.com, Jakarta - Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal akan turun langsung menindaklanjuti informasi mengenai isu pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tokopedia dan TikTok. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan fakta secara utuh sebelum pemerintah mengambil langkah lebih lanjut.

"Saya sedang mengatur waktu untuk bertemu langsung dengan para pekerja maupun pihak perusahaan. Kita tidak boleh hanya mendengar dari satu sisi. Pemerintah harus mendapatkan gambaran yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi," kata Said Iqbal dikutip dari siaran pers, Minggu (5/7/2026).

Menurut dia, sektor ekonomi digital memiliki karakteristik yang berbeda dengan industri manufaktur sehingga setiap persoalan ketenagakerjaan harus dilihat secara komprehensif. Said Iqbal akan mengajak Kementerian Ketenagakerjaan mendalami akar permasalahan terkait isu PHK di dua platform digital itu.

"Tokopedia dan TikTok merupakan bagian dari industri ekonomi digital berbasis platform. Karena itu, kami akan turun terlebih dahulu mencari fakta di lapangan," ujarnya.

Said menegaskan pemerintah akan melakukan langkah tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. Dia memastikan negara akan melindungi hak-hak para pekerja.

"Kalau ada pelanggaran terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan, tentu harus diluruskan. Negara hadir untuk memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi dan seluruh ketentuan hukum dipatuhi," jelas Said.

Kendati begitu, kata dia, pemerintah juga perlu melihat kondisi bisnis yang dihadapi perusahaan. Jika persoalan yang terjadi berkaitan dengan dinamika pasar, perubahan model bisnis, atau tekanan ekonomi yang menyebabkan perusahaan mengalami kerugian, maka penyelesaiannya harus dilakukan melalui dialog yang konstruktif antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja.

"Tidak semua persoalan PHK memiliki penyebab yang sama. Kalau masalahnya berkaitan dengan situasi pasar atau kondisi bisnis perusahaan, tentu kita akan duduk bersama untuk mencari solusi terbaik yang tetap melindungi pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan usaha," tutur dia.

Ia mengatakan, pendekatan pemerintah saat ini mengedepankan penyelesaian langsung di lapangan. Model tersebut sebelumnya telah diterapkan dalam sejumlah kasus hubungan industrial dan berhasil mencegah terjadinya PHK terhadap ribuan pekerja.

"Pengalaman kami menunjukkan bahwa dialog yang difasilitasi pemerintah dapat menghasilkan solusi yang baik. Dalam salah satu kasus, sekitar 4.000 pekerja berhasil diselamatkan dari ancaman PHK melalui pendekatan tersebut. Karena itu, pendekatan yang sama akan kami lakukan terhadap persoalan di sektor ekonomi digital," pungkas Said Iqbal.

Dalam waktu dekat, Said Iqbal menargetkan dapat bertemu dengan para pekerja Tokopedia dan TikTok bersama Kementerian Ketenagakerjaan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi yang terjadi.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus hadir untuk melindungi pekerja sekaligus menjaga iklim usaha yang sehat. Prinsipnya sederhana, setiap persoalan harus diselesaikan berdasarkan fakta, melalui dialog, dan dengan tetap menjunjung tinggi hukum yang berlaku," ucap Said Iqbal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya