Liputan6.com, New Delhi - Pemerintah Negara Bagian Benggala Barat, India, memutuskan menghapus telur dari menu program makan siang gratis di seluruh sekolah negeri. Kebijakan itu muncul setelah pemerintah yang dipimpin Partai Bharatiya Janata Party (BJP) menunjuk organisasi keagamaan Hindu, International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) atau Hare Krishna, sebagai pengelola program tersebut.
Sebagai organisasi yang menerapkan pola makan vegetarian, ISKCON tidak memasukkan telur ke dalam menu makan siang. Organisasi itu berpendapat kebutuhan protein siswa tetap dapat dipenuhi melalui bahan pangan seperti kedelai dan paneer (keju cottage). Demikian seperti dilaporkan Al Jazeera.
Advertisement
Namun, keputusan ini memicu perdebatan mengenai gizi anak sekaligus dugaan adanya upaya memaksakan pola makan vegetarian.
Program Makan Siang Gratis Terbesar di Dunia
Program makan siang gratis di sekolah pertama kali diperkenalkan di Negara Bagian Tamil Nadu pada 1960-an sebelum diadopsi secara nasional pada 1995. Program ini dinilai berperan besar meningkatkan angka partisipasi sekolah di India.
Saat ini sekitar 120 juta anak menerima makan siang gratis setiap hari sekolah, menjadikannya program makan siang gratis di sekolah terbesar di dunia.
Pada 2021, pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi mengganti nama program tersebut menjadi PM Poshan. Meski demikian, masyarakat masih lebih mengenalnya sebagai program makan siang gratis di sekolah.
Selama ini para ahli gizi dan pendidikan mendorong agar makanan dimasak di sekitar sekolah menggunakan bahan pangan lokal agar kualitasnya tetap terjaga dan masyarakat ikut terlibat dalam pengawasannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara bagian mulai melibatkan yayasan swasta dan organisasi nirlaba sebagai penyedia makanan. Melalui lembaga nirlabanya, Akshaya Patra, ISKCON telah memasok makanan di lebih dari 10 negara bagian.
Namun, Benggala Barat menjadi negara bagian besar pertama yang menyerahkan seluruh pengelolaan program tersebut kepada organisasi itu.
Mengapa Telur Dipersoalkan?
Sekitar separuh negara bagian dan wilayah federal di India masih menyajikan telur sebagai bagian dari menu makan siang sekolah. Sebelum kebijakan terbaru ini, Benggala Barat menyediakan telur sekali dalam sepekan, sementara Tamil Nadu menyajikannya setiap hari sekolah.
Menurut ISKCON, protein dari telur dapat digantikan oleh bahan pangan lain. Namun, banyak ahli gizi menilai telur lebih mudah distandarisasi sebagai sumber protein dan mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.
"Pilihan antara protein hewani dan protein nabati seharusnya diserahkan kepada orang tua," kata ilmuwan politik sekaligus koordinator nasional jaringan riset Lokniti, Sandeep Shastri, kepada Al Jazeera.
Kalangan oposisi menuduh pemerintah memaksakan pola makan vegetarian. Derek O'Brien, pemimpin All India Trinamool Congress (TMC), menyebut pemerintahan baru BJP justru menghilangkan sumber gizi anak-anak dengan menghapus telur dari menu makan siang sekolah.
Di Balik Perdebatan Politik
BJP baru pertama kali berkuasa di Benggala Barat setelah memenangi pemilu negara bagian pada Mei lalu. Sejak itu, pemerintah negara bagian melancarkan operasi untuk mencari migran muslim tanpa dokumen dari Bangladesh sebelum menempatkan mereka di pusat detensi dan mendeportasi mereka.
Di banyak wilayah India, konsumsi maupun penjualan daging sapi dibatasi secara ketat. Sejak BJP berkuasa di tingkat nasional pada 2014, kelompok Hindu garis keras juga beberapa kali menghakimi hingga menewaskan warga muslim berdasarkan dugaan konsumsi daging sapi atau pengangkutan ternak.
Meski demikian, Shastri menilai tidak tepat mengaitkan nasionalisme Hindu secara langsung dengan vegetarianisme karena pilihan makanan masyarakat India sangat beragam.
Data Survei Kesehatan Keluarga Nasional India menunjukkan sekitar 70 persen penduduk India mengonsumsi daging, ikan, atau telur, setidaknya sesekali.
Ikan sendiri merupakan bagian penting dari budaya kuliner masyarakat Benggala. Karena itu, ketika lawan politik menuduh BJP akan memaksakan pola makan vegetarian, sejumlah kandidat partai tersebut justru berkampanye dari rumah ke rumah sambil membawa ikan.
Meski begitu, keputusan menghapus telur dari menu makan siang gratis di sekolah kini menjadi kebijakan terbaru BJP di Benggala Barat yang memicu perdebatan mengenai batas antara kebijakan gizi, pilihan makanan, dan politik identitas.